Tenis

Thiem merasa sekaranglah saatnya sukses di Roland Garros

Thiem merasa sekaranglah saatnya sukses di Roland Garros

Petenis Austria Dominic Thiem menghadiri jumpa pers pada 15 September 2020 di Wina, Austria, dua hari setelah menjuarai AS Terbuka 2020. (AFP/ROBERT JAEGER)

Jakarta (ANTARA) - French Open pekan depan tidak akan seperti yang lain akibat pandemi COVID-19 namun itu malah bisa menguntungkan Dominic Thiem di mana juara baru US Open itu berharap turnamen Grand Slam di Prancis edisi tahun ini bisa membawa keberuntungan pada kesempatan ketiganya di Paris.

Setelah dikalahkan oleh Rafa Nadal dalam final Roland Garros edisi 2018 dan 2019, dan tersungkur di tangan Novak Djokovic pada Australia Terbuka awal tahun ini, petenis Austria itu akhirnya mendapatkan gelar Grand Slam pertamanya di Flushing Meadows bulan lalu.

Sementara Thiem tidak harus menghadapi Nadal, Djokovic atau Federer di New York, dia terbukti layak menjadi nama baru peraih trofi Grand Slam tunggal putra dalam enam tahun terakhir, yang bangkit setelah tertinggal dua set untuk balik mengalahkan petenis Jerman Alexander Zverev.

Baca juga: Thiem dobrak tiga besar penguasa Grand Slam untuk juarai US Open

Kini kembali ke turnamen tanah liat di Prancis yang menjadi lapangan kesukaannya, petenis berusia 27 tahun itu mengatakan kemenangan US Open lalu akan membuat permainannya semakin bagus saja.

"Saya berharap membawa momentum ini yang saya peroleh dari kemenangan saya di sana dan memanfaatkannya di Paris," kata Thiem sekembalinya ke Austria.

"Saya berharap dan berekspektasi dari saya agar saat ini lebih baik dan lebih relaks. Sekalipun saya tak ingin mengatakannya kepada diri saya sendiri, saya telah memainkan sejumlah laga Grand Slam terakhir di bawah banyak tekanan. Tetapi sekarang ini hilang."

Jika ingin memenangkan Grand Slam keduanya berturut-turut, dia harus beradaptasi dengan cepat di French Open yang sangat berbeda, yang telah dimundurkan dari biasanya musim semi, dihadiri sejumlah kecil penonton dan di mana pemain bakal kembali berada dalam 'gelembung' untuk meminimalkan risiko terpapar infeksi virus.

Sebagian besar pemain melewati latihan terbatas di lapangan tanah liat dalam musim yang sudah tak keruan ini.

Baca juga: Dedikasi Thiem akhirnya terbayar dengan gelar juara US Open

Thiem absen dalam Italia Open pekan lalu dan ini memberikan sedikit keuntungan kepada seteru-seteru terbesarnya.

Nadal memenangkan dua pertandingan sebelum kalah pada perempat final di Roma, sedangkan Djokovic merebut gelar turnamen Italia ini yang kelimanya Senin lalu untuk mencatat rekor gelar ATP Masters ke-36.

Namun demikian pelatih Thiem, Nicolas Massu, menyatakan tidak akan terganggu oleh kurangnya persiapan menghadapi turnamen tanah liat itu atau apapun itu.

Sukses menjuarai US Open telah meyakinkan hal itu.

"Saya kira ini akan membantu Dominic menjadi lebih tenang karena semua orang bicara banyak soal generasi baru," tambah Massu.

"Kini dia akan lebih tenang bermain dalam Grand Slam berikutnya," tutup Massu seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Thiem dan Zverev saling puji setelah lalui laga final US Open
Baca juga: Roland Garros batasi 5.000 penonton per hari di edisi 2020
Baca juga: Osaka mundur dari French Open karena cedera hamstring

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pongbot M-ONE, robot pelatih tenis meja

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar