ASUS Indonesia fokus garap ponsel gaming premium

ASUS Indonesia fokus garap ponsel gaming premium

Asus ROG Phone 3 (HO/Asus Indonesia)

Jakarta (ANTARA) - ASUS Indonesia melihat industri dan pasar gaming di dalam negeri berkembang ke arah yang positif sehingga mereka ingin terus menghadirkan ponsel yang mendukung bermain game mobile.

"Industri sudah sangat terbuka, pemerintah mendukung," kata Head of Public Relations ASUS Indonesia, Muhammad Firman, saat diskusi daring beberapa waktu lalu.

ASUS hingga tahun lalu masih membawa Zenfone seri Max, yang memiliki baterai besar dan performa yang bisa untuk memainkan game mobile.

Sejak kehadiran ROG Phone II pada akhir 2019 lalu, prioritas ASUS berubah, kini mereka ingin spesifik menggarap gaming versi premium saja.

Baca juga: ROG Phone 3 sudah tersedia, ini harga dan spesifikasinya

Baca juga: Blokir IMEI, konsumen disarankan beli ponsel resmi di Indonesia


"Dengan fokus ke flagship, kami bisa terus memproduksi perangkat yang benar-benar dibutuhkan gamer profesional," kata Firman.

Mereka menyadari proporsi gamer profesional tidak sebanyak gamer casual atau hobi, namun, mereka meyakini industri gaming di Indonesia akan semakin bertumbuh.

"Maka itu, kami fokus di ROG Phone," kata Firman.

ASUS resmi meluncurkan ROG Phone generasi 3 di Indonesia, menggunakan chip dari Qualcomm, Snapdragon 865 Plus 5G yang mendukung fitur Qualcomm Snapdragon Elite Gaming.

Mengusung layar berukuran 6,59 inci, ROG Phone 3 telah didukung refresh rate 144Hz, touch latency 25ms dan response time 1ms, serta teknologi 10-bit display dan HDR10+.

ROG Phone 3 tersedia di Indonesia dalam dua varian yaitu model yang menggunakan penyimpanan 128GB dan RAM 8GB, serta 256GB dan RAM 12GB.

Keduanya dibanderol dengan harga Rp9.999.000 untuk versi 8GB+128GB dan Rp14.999.000 untuk 12GB+256GB.

Baca juga: ASUS ROG Phone 3 meluncur, ini spesifikasi dan harganya

Baca juga: ROG Phone 3 bakal diumumkan bulan depan

Baca juga: Review - ROG Phone II, ponsel "gaming" mumpuni dengan performa tinggi

 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar