Pandemi buat pergerakan ke industri 5.0 lebih cepat

Pandemi buat pergerakan ke industri 5.0 lebih cepat

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M. Ramli, dalam seminar daring "Akselerasi Talenta Digital untuk Menyongsong Revolusi Industri 4.0," Jumat (25/9/2020). (youtube.com/kemkominfotv)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M. Ramli, mengatakan pandemi COVID-19 diprediksi mempercepat pergerakan ke industri 5.0.

"Industri 4.0 ini memang luar biasa cepatnya, dan ada prediksi juga saat ini karena kita memasuki sesuatu yg sangat tidak terduga COVID-19, maka cepat ke 5.0," ujar Ramli dalam seminar daring "Akselerasi Talenta Digital untuk Menyongsong Revolusi Industri 4.0," Jumat.

"Tapi belum kita prediksi ini kapan tetapi intinya karena semua terakses ke telekomunikasi, maka otomatis percepatan pergerakan dari 4 ke 5 itu juga akan lebih cepat," dia melanjutkan.

Saat ini, menurut Ramli, Jepang telah selangkah lebih cepat dari negara lain dengan telah mulai berbicara tentang industri 5.0. Namun, Jepang lebih memilih menyebutnya Society 5.0. Konsep Society 5.0 merupakan paradigma society berbasis teknologi yang berpusat pada manusia.

Baca juga: Kominfo minta operator jaga kualitas jaringan bantuan kuota belajar

Baca juga: Dirjen PPI Kominfo: Jaga OTP agar tidak kena penipuan online


Menurut Ramli, Society 5.0 masih sebatas konsep yang digulirkan oleh Jepang. Dengan latar belakang populasi generasi tua lebih banyak daripada generasi muda, Jepang memanfaatkan teknologi sebagai solusi dari masalah tersebut.

Sementara itu, Ramli mengatakan, Indonesia saat ini memiliki generasi sangat muda atau Gen Z sampai tua atau Veteran, yang diharapkan dapat mendukung industri 4.0.

Terlebih, Indonesia akan mendapat bonus demografi pada 2030-2035, dengan jumlah kelompok usia produktif mencapai dua kali lipat dibanding yang tidak produktif.

Untuk itu, Ramli mengajak generasi muda untuk membangun kemampuan digital, yang diharap dapat menciptakan aplikasi baru sebagai roda penggerak ekonomi Indonesia.

"Internet users 2020 kita sudah 175,5 juta, artinya 64 persen penetrasi nasional, naik 25 juta atau 17 persen di banding tahun sebelumnya," ujar Ramli.

Ramli mengatakan, mengutip laporan dari Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU), setiap 10 persen pertumbuhan broadband dapat meningkatkan pertumbuhan GDP 1,5 persen.

"Perkembangan broadband berujung pada pergerakan ekonomi dan lahirnya kesempatan kerja baru," Ramli menambahkan.

Kominfo saat ini telah memiliki program Digital Talent Penthahelix, yang merupakan kolaborasi pemerintah, bisnis, komunitas, akademis dan media. Kominfo juga telah memiliki Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) yang berlokasi di Yogyakarta.

Baca juga: Indonesia siapkan infrastruktur hingga ekosistem jaringan 5G

Baca juga: DPR setujui pagu definitif Kominfo Rp16,9 triliun

Baca juga: BRTI akan diskusi dengan operator soal SMS tawaran konten

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

NTB raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik tahun 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar