Kredit bank plat merah di Sumbagsel tumbuh 3,82 persen selama pandemi

Kredit bank plat merah di Sumbagsel tumbuh 3,82 persen selama pandemi

Ilustrasi - Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, angka kredit itu masih tumbuh 3,82 persen di mana tahun lalu senilai Rp45,88 triliun
Palembang (ANTARA) - Penyaluran kredit bank-bank plat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) tercatat tumbuh pada kisaran 3,82 persen selama pandemi COVID-19 ini

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 7 Sumbagsel (OJK KR 7) Untung Nugroho, mengatakan realisasi penyaluran kredit yang dilakukan Himbara meliputi Bank Mandiri, BNI, BTN dan BRI ini mencapai Rp47,64 triliun per Juli 2020.

“Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, angka kredit itu masih tumbuh 3,82 persen di mana tahun lalu senilai Rp45,88 triliun,” kata dia.

Ia mengatakan di tengah kondisi pandemi COVID-19, yang membuat hampir semua sektor atau segmen usaha terpukul, penyaluran kredit Himbara di Sumsel tercatat masih dalam kondisi baik.

Untung melanjutkan pertumbuhan kredit tersebut juga dibarengi dengan rasio non performing loan (NPL) yang masih terjaga di angka 0,32 persen.

“Namun memang yang perlu diperhatikan adalah dari sisi aset dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang saat ini turun,” katanya.

Adapun DPK yang dihimpun Himbara di Sumsel mencapai Rp39,93 triliun turun 1,21 persen dari semula Rp40,42 triliun. Sementara aset tercatat sebesar Rp49,08 triliun turun 4,58 persen dari sebelumnya Rp51,44 persen.

Ia menambahkan saat ini pelaku usaha mikro dan kecil atau UMK di Sumatera Selatan dinilai lebih membutuhkan bantuan modal usaha ketimbang jenis bantuan lain dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Oleh karena itu perbankan yang dipercaya pemerintah untuk menyalurkan dana dalam program PEN diharapkan berkerja optimal agar ekonomi segera pulih.

“Sejumlah bank plat merah sudah menuntaskan tugasnya dalam penyaluran PEN, tapi bagi yang belum kami harapkan segera realisasikan karena batas waktu sampai akhir September ini,” kata dia.


Baca juga: Minimalkan risiko, perbankan Sumsel lebih hati-hati salurkan kredit

Baca juga: Industri perbankan syariah Sumsel optimistis tumbuh 20 persen

Baca juga: Perbankan di Sumatera Selatan restrukturisasi kredit Rp2,65 triliun

Baca juga: Peminjam dana via daring di Sumsel tumbuh 590 persen

 

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BI dukung penyediaan benur udang windu di Kotabaru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar