WHO: Negara di belahan bumi utara sulit dapatkan vaksin flu tambahan

WHO: Negara di belahan bumi utara sulit dapatkan vaksin flu tambahan

Perawat Becky Barton berjalan keluar tenda dengan alat uji di lantatur (drive-in) pengujian virus corona, flu dan RSV, yang saat ini diperuntukkan bagi para pegawai UW Medical Center Northwest, di Seattle, Washington, Amerika Serikat, Senin (9/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Lindsey Wasson/wsj/djo

Jenewa (ANTARA) - Sejumlah negara di belahan bumi utara sulit mendapatkan vaksin flu tambahan di tengah permintaan yang meningkat, namun petugas medis dan orang tua harus menjadi prioritas saat terjadi kelangkaan vaksin, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat.

"Beberapa negara mengalami kesulitan memperoleh vaksin tambahan," kata Ann Moen, ketua antisipasi dan penanganan influenza di WHO saat konferensi pers di Jenewa, menolak untuk menyebutkan negara mana pun.

Lebih sedikit virus influenza yang beredar pada musim dingin saat ini di belahan bumi selatan, seperti di Australia dan Afrika Selatan, sebagian berkat pembatasan sosial dan perjalanan terkait COVID-19, katanya.

"Jika ini terjadi dan influenza juga sedikit beredar di belahan bumi utara, maka kita kemungkinan akan melihat penurunan infeksi. Dan kami juga berharap melihat lebih sedikit infeksi berkat konsumsi vaksin influenza yang sangat tinggi," katanya.

Sumber: Reuters

Baca juga: WHO: Pemulihan global bisa lebih cepat jika vaksin corona merata

Baca juga: Pakar China: 70 persen warga dunia akan terdampak COVID


 

Menlu Retno dorong PBB fasilitasi pemerataan akses vaksin

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar