Gubernur Sutarmidji tekankan Pjs Bupati harus netral dalam Pilkada

Gubernur Sutarmidji tekankan Pjs Bupati harus netral dalam Pilkada

Gubernur Kalbar Sutarmidji. (ANTARA/Rendra Oxtora)

Bukan hanya Pjs bupatinya saja yang harus netral, keluarganya juga harus netral dan jangan ikut menjadi tim sukses salah satu kandidat pasangan calon bupati yang akan maju dalam pilkada serentak tahun ini
Pontianak (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menegaskan kepada empat Pejabat Sementara (Pjs) Bupati yang baru dilantiknya hari ini untuk menekankan netralitasnya dalam Pilkada Serentak 2020 yang dilaksanakan di tujuh kabupaten tersebut.

"Bukan hanya Pjs bupatinya saja yang harus netral, keluarganya juga harus netral dan jangan ikut menjadi tim sukses salah satu kandidat pasangan calon bupati yang akan maju dalam pilkada serentak tahun ini," kata Sutarmidji usai melantik empat Pjs Bupati (Sambas, Sintang, Melawi dan Sekadau) di Pontianak, Sabtu.

Baca juga: Viktor Laiskodat kukuhkan enam penjabat bupati di NTT
Baca juga: KPU Batam ingatkan peserta pilkada tertib gunakan dana kampanye
Baca juga: 11 paslon bupati di Babel sepakat patuhi prokes COVID-19


Adapun nama yang dikukuhkan oleh Gubernur Kalbar yakni Dr. Syarif Kamaruzaman sebagai Pjs Bupati Sambas, Ir. Florentinus Anum sebagai Pjs Bupati Sintang, lalu ada Dra. Hj. Linda Purnama sebagai Pjs Bupati Melawi dan Dra. Hj. Sri Jumiadati sebagai Pjs Bupati Sekadau.

Sutarmidji menegaskan bahwa dirinya memilih dan mengusulkan empat nama Pjs bupati tersebut berdasarkan berbagai pertimbangan dan kinerja dari empat pejabat tersebut.

"Jadi saya minta kepada semua pihak untuk tidak mempermasalahkan soal suku, agama atau golongan dalam penempatan Pjs ini, karena mereka ditugaskan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tuturnya.

Menurutnya, jika diketahui ada Pjs bupati dan keluarganya tidak netral dalam pilkada, maka dirinya siap untuk langsung mencopot Pjs Bupati tersebut.

Pjs Bupati juga diminta untuk memperhatikan permasalahan COVID-19 di daerah tempatnya ditugaskan, agar jangan sampai kasus COVID-19 di daerah kembali meningkat.

"Jadi, selain menjaga diri dan ASN untuk netral dalam pilkada, Pjs bupati juga diminta untuk benar-benar memperhatikan masalah penularan COVID-19 di daerah tempatnya ditugaskan. Jangan sampai terjadi peningkatan kasus yang semakin besar, dan untuk itu kita harus terus berkoordinasi dalam upaya pencegahannya," kata Sutarmidji.

Baca juga: Gubernur Kalbar lakukan dua kali tes usap COVID-19
Baca juga: 30 orang dari klaster sekolah seminari Sintang sembuh dari COVID-19

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar