Pemuda lajang di Buntok Kalteng nikahi "Luna Maya" berusia 62 tahun

Pemuda lajang di Buntok Kalteng nikahi "Luna Maya" berusia 62 tahun

Rizky dan Armina yang akrab dengan panggilan Luna Maya saat menikah di Buntok, Jumat (25/9/2020). ANTARA/HO-Arsip Pribadi

saya memang cinta
Buntok, Kalteng (ANTARA) - Seorang pemuda lajang di Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, bernama Rizky (26) jatuh cinta dengan "Luna Maya", nama panggilan Armina, seorang nenek yang sudah berusia 62 tahun dan berujung pernikahan.

"Saya merasa senang dan bahagia setelah menikah," kata Rizky di Buntok, Minggu.

Pernikahan antara Rizky dengan Armina atau yang dikenal dengan panggililan 'Luna Maya' itu dilaksanakan di Buntok Jumat (25/9) dan pernikahan dua sejoli yang terpaut usia 36 tahun itupun langsung menjadi viral di media sosial.

"Karena saya memang cinta dari dalam hati kepada Luna Maya," katanya ketika ditemui di rumah istrinya di Jalan Kartini Gang Kartini 1 Buntok.

Rizky, warga Kelurahan Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur itu menyampaikan bahwa dirinya memang sejak lama mengenal dan mengagumi sosok Luna Maya melalui video yang dibagikan orang di media sosial facebook saat Luna Maya berjoget maupun bernyanyi untuk meramaikan di sejumlah acara perkawinan.

Baca juga: Mensos dorong pemuda yang nikahi nenek untuk lanjutkan sekolahBaca juga: Remaja 16 tahun nikahi nenek tiga cucu di OKU

Dia mengaku, pernah melihat Armina secara langsung saat berjalan bersama temannya menuju ke Kelurahan Jelapat dan ketika itu temannya mengatakan itu Luna Maya.

"Saya langsung bilang kepada teman, saya kenal karena sering melihat videonya di facebook. Setelah itu saya meminta nomor telepon Luna Maya," ucap lelaki yang bekerja sebagai buruh bangunan, bengkel dan kadang jadi sopir itu.

Kemudian menghubungi Luna Maya, dan akhirnya bisa bertemu. Setelah tiga hari kemudian langsung menikahinya.
Rizky dan Armina yang akrab dengan panggilan Luna Maya saat ditemui di rumahnya di Jalan Kartini Gang Kartini 1 Buntok, Sabtu (26/9/2020). ANTARA/Bayu Ilmiawan.

Rizky berkomitmen akan tetap mempertahankan pernikahannya ini dan ia berharap semoga pernikahannya ini selalu langgeng dan Rizki juga tidak mempermasalahkan walaupun dalam perjalanan pernikahannya ini tidak dikaruniai anak.

Sementara Armina yang akrabnya dengan sapaan Luna Maya mengaku bahwa Rizki merupakan suaminya yang ke-20.

Ia menceritakan pertemuan dengan suaminya ini awalnya mendapat telepon dari nomor yang tak dikenal pada malam hari sekitar pukul 01.00 WIB.

"Pada saat itu saya marah, dan bilang, jangan menelpon kalau tak kenal dengan orang yang terkenal dan penting di Buntok ini. Mungkin kamu ini mabuk ya, dan kemudian telepon dimatikan," kata Luna Maya yang berprofesi sebagai tukang urut (pijat), lulur maupun timung pengantin tersebut.

Singkat cerita kata nenek yang sudah memiliki 4 anak dan 12 cucu dari perkawinan dengan suaminya yang kedua itu mengatakan pada saat siang hari dirinya sedang menuju ke tempat langganannya yang ingin diurut, Rizky menelpon untuk menanyakan keberadaan untuk bisa bertemu dan berkenalan.

"Saya bilang, datang saja, saya sedang urut Hj Tati pemilik Hotel Mulya Kencana, dan saya juga ingin kenal dengan kamu. Tak berapa lama kemudian, Rizky pun datang dan sejak itu Rizky selalu mengikuti serta selalu mendampingi saya saat bekerja," ungkap Luna Maya yang mengaku sebelum menikah dengan Rizky menyandang status janda selama kurang lebih satu tahun ini.

Baca juga: Nenek 81 Tahun Nikahi Perjaka 35 Tahun

Karena lengket dan terus mendampingi saat bekerja, dirinya mengatakan, kalau begini lebih baik kita menikah saja dan Rizki pun langsung menyetujuinya.

"Karena sama-sama mau, maka setelah itu kita berdua langsung ke penghulu untuk menikah," ucap nenek kelahiran Desa Teluk Mampun itu.

Luna Maya mengatakan, pernikahannya dengan Rizky ini memang disetujui oleh anak dan cucunya.

Selain itu dikatakannya, bahwa Rizky merupakan lelaki hitam manis, baik hati dan orangnya selalu perhatian.

Baca juga: Asyik, Kakek 81 Tahun Nikahi Remaja 15 Tahun

Pewarta: Kasriadi/Bayu Ilmiawan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mengamati koloni bekantan di ekowisata minat khusus Pulau Curiak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar