KAI: Kolaborasi wujudkan ekosistem transportasi yang baik

KAI: Kolaborasi wujudkan ekosistem transportasi yang baik

Petugas PT KAI Daop 5 Purwokerto saat memuat produk UMKM yang akan angkut dalam layanan perdana Kargo Lingkar Joglosemarkerto (KLJ) dengan menggunakan gerbong barang yang dirangkaikan dengan KA Joglosemarkerto relasi Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Semarang di Stasiun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (28/9/2020). (ANTARA/Sumarwoto)

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan membangun kolaborasi dengan moda transportasi lain untuk mewujudkan ekosistem transportasi yang baik demi memberikan kenyamanan pelayanan bagi para penumpang.

"Jadi memang kita mempunyai visi untuk mewujudkan kereta api menjadi solusi ekosistem transportasi yang terbaik. Strateginya, kita akan melakukan kolaborasi dengan moda-moda transportasi yang lain," ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam acara HUT ke-75 KAI secara virtual, Senin.

Dalam rangka mewujudkan hal itu, ia menambahkan, KAI membangun sistem berbasis digital, yakni KAI Access dimana nantinya aplikasi itu akan terhubung dengan moda-moda transportasi lainnya.

"Jadi nanti pelanggan tidak hanya menikmati jasa kereta api, tetapi bisa menikmati perjalanan secara end-to-end," ucapnya.

Baca juga: KAI: Menjaga likuiditas agar bertahan di tengah COVID-19

Tak hanya itu, Didiek mengatakan, aplikasi KAI itu nantinya juga akan terhubung dengan aplikasi pembayaran yang sudah ada saat ini.

"Kita akan gunakan sistem supaya aplikasi itu bisa nyambung, baik dengan moda transportasi maupun dengan platform pembayaran," katanya.

Pada tahap awal, Didiek menyampaikan, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan salah satu perusahaan taksi yang ternama, sehingga para penumpang kereta api bisa langsung melanjutkan perjalanan melalui aplikasi yang tersedia.

"Kedepannya, kita akan gabungkan dengan aplikasi ojek-ojek online, kemudian juga dengan moda transportasi lain," katanya.

Baca juga: KAI Purwokerto luncurkan layanan kargo Joglosemarkerto

Dalam kesempatan itu, Didiek juga mengatakan, di tengah pandemi COVID-19 saat ini perseroan dituntut adaptif, yakni cepat menyesuaikan dengan keadaan, cepat menyesuaikan dengan perkembangan.

"Dalam situasi sekarang diberlakukan PSBB di berbagai daerah, namun kereta api harus tetap menyelesaikan operasionalnya, sehingga kita menyelesaikan operasi kita dengan protokol kesehatan yang tertib, disiplin, dan konsisten dalam rangka membangun kereta api yang aman, nyaman, selamat, dan sehat," katanya.

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Daop 8 operasikan 79 kereta hadapi libur panjang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar