Kunjungan Merkel ke tokoh oposisi Rusia Navalny bersifat pribadi

Kunjungan Merkel ke tokoh oposisi  Rusia Navalny bersifat pribadi

Konvoi kendaraan yang diyakini membawa pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny tiba di Kompleks Rumah Sakit Charite Mitte di mana ia akan menerima perawatan medis di Berlin, Jerman (22/8/2020). ANTARA/REUTERS/Christian Mang/aa.

Moskow/Berlin (ANTARA) - Kanselir Jerman Angela Merkel menjenguk politisi oposisi Rusia Alexei Navalny yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit Berlin karena keracunan, kata juru bicara Merkel, Senin.Kabar soal kunjungan itu kemungkinan akan membuat Moskow gusar.

"Kunjungan ke Navalny di rumah sakit itu sifatnya pribadi," kata juru bicara Merkel, Steffen Seibert, pada konferensi pers.

Pemerintah Rusia menolak temuan para ahli Jerman, Prancis, dan Swedia bahwa Navalny diracuni dengan zat saraf di Rusia pada Agustus.

Rusia telah berulang kali mengkritik Jerman, yang dianggapnya tidak mau berbagi informasi tentang kasus tersebut.

Seibert menolak memberikan keterangan rinci soal apa yang dibicarakan dan berapa lama pertemuan Merkel-Navalnya itu berlangsung.

Jerman masih mengharapkan penjelasan dari Rusia tentang kasus tersebut, Seibert menambahkan.

Di Twitter, Navalny menulis bahwa kunjungan Merkel adalah "pertemuan pribadi dan percakapan dengan keluarga".

Ia menambahkan, "Saya sangat berterima kasih kepada Kanselir Merkel karena mengunjungi saya di rumah sakit."

Kasus Navalny telah memperburuk hubungan antara Moskow dan sejumlah negara Barat.

Merkel menghadapi desakan untuk menghentikan proyek pipa Nord Stream 2, yang hampir selesai dan akan mengalirkan gas Rusia ke Jerman.

Navalny diterbangkan dari Rusia ke Berlin pada Agustus setelah jatuh sakit dalam penerbangan domestik.

Ia menerima perawatan di rumah sakit Charite selama 32 hari, dan sudah dipulangkan pekan lalu.

Sumber: Reuters
Baca juga: Merkel kunjungi Navalny di rumah sakit
Baca juga: Tim Navalny sebut racun Novichok ditemukan pada botol air di hotel
Baca juga: Prancis sebut Navalny diracun dalam upaya pembunuhan

Penerjemah: Tia Mutiasari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar