Peserta Baayun Maulid Pecahkan Rekor Baru

Rantau, Kalsel (ANTARA News) - Peserta acara Baayun Maulid, ritual keagamaan tradisional di Masjid Al Karamah, Desa Banua Halat, Kalimantan Selatan (Kalsel), tahun ini mencapai rekor baru dan melampaui target semula.

Dari data yang dimiliki panitia pelaksana, hingga Rabu, peserta yang terdaftar sudah berjumlah 2.669 orang. Terdiri dari 1.285 orang dewasa dan 1.384 anak-anak.

Jumlah itu melonjak tajam dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 2.040 orang. Terdiri dari 1.291 peserta dewasa dan 748 peserta anak-anak. Saat itu, peserta tertua berumur 84 tahun dan termuda berumur 21 hari.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Seni Budaya, Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Tapin, Ibnu Mas`ud, jumlah peserta itu sudah melampaui target yang dipatok semula.

"Tahun 2010 ini, kita menargetkan Baayun Maulid diikuti 2.150 peserta. Ternyata, hingga kini sudah hampir 2.700 yang terdaftar," ujarnya di Rantau, ibukota Tapin, sekitar 117 Km Utara Banjarmasin.

Padahal, untuk pendaftaran peserta masih dibuka hingga besok (Kamis, 25/2) saat menjelang pelaksanaan acara tradisional bagi urang Banjar, Kalsel.

Pada pelaksanaan acara Baayun Maulid tahun 2008, ritual keagamaan yang dilaksanakan setiap bulan Maulid itu tercatat dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan peserta terbanyak, yaitu 1.544 orang.

Pada 2009 peserta baayun 2.044 orang terdiri dari 1.643 anak-anak dan 401 orang dewasa. Peserta tertua Hj Masriah (75) dari Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan termuda seorang bayi yang baru berumur 4 hari.

"Melihat jumlah peserta tahun 2010 ini, artinya merupakan rekor baru yang memecahkan rekor tahun 2008," tambahnya.

Setiap pelaksanaan acara Baayun Maulid, segenap ummat Muslim dari seluruh Indonesia dan sebagian luar negeri berdatangan ke Masjid Keramat Al Mukaramah, tempat ritual itu dilaksanakan.

Peserta yang datang dan ikut bukan hanya dari seluruh Indonesia saja, tetapi juga diikuti oleh peserta dari luar Indonesia seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Kebanyakan dari mereka adalah orang Banjar atau keturunannya.

Untuk mengakomodasi luapan massa yang datang baik sebagai peserta atau hanya sekedar menyaksikan, tahun 2010 ini pemerintah daerah setempat membeli 10 petak lahan. Lahan itu terletak di Jalan Bir Ali, Desa Banua Halat, berdekatan dengan masjid tempat acara dilaksanakan.

Pembelian lahan itu dimaksudkan bukan hanya untuk menampung luapan pengunjung dan sebagai lahan parkir kendaraan, tetapi juga agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas.

Pemerintah daerah setempat berencana memindahkan areal pekuburan yang ada di belakang masjid. Lahan bekas areal pekuburan itu nantinya akan disemen hingga berfungsi sebagai halaman masjid.

Melalui instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tapin, juga telah dilakukan pelebaran badan jalan Bir Ali sebanyak enam meter. Sehingga akan semakin memudahkan arus lalu lalang pengunjung.

Selain itu, juga dilakukan pengurukan tanah yang akan difungsikan sebagai lahan parkir. Total tanah yang diuruk untuk keperluan itu tak kurang dari 50 truk.
(T.KR-HWN/R009)

Pewarta: rusla
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2010

IDI: Mobilitas masyarakat sumbang lonjakan kasus COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar