Mahasiswa IPB University edukasi lingkungan ke anak-anak lewat dongeng

Mahasiswa IPB University edukasi lingkungan ke anak-anak lewat dongeng

Tangkapan layar suasana acara virtual Season 2020 yang diadakan oleh IPB University pada Senin (28/9/2020) (ANTARA/HO-IPB University)

Dongeng salah satu media utama pengantar pengenalan bahasa dan kosakata
Jakarta (ANTARA) - Mahasiswa IPB University dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) memberikan edukasi tentang lingkungan hidup kepada anak-anak melalui dongeng via virtual sebagai bagian dari kegiatan Scientist in Social Environment Action (Season) 2020.

Dalam acara tersebut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA IPB University melibatkan Kak Resha, pendiri dari Ranger Cilik Indonesia dan ID Flow Stories, yang turut menghadiri Webinar Season sebagai pendongeng. Kak Resha merupakan pendongeng di televisi nasional yang kompeten di bidangnya.

"Dongeng adalah media komunikasi yang menyenangkan. Salah satu metode mendidik tanpa mengajari. Dongeng juga salah satu media utama pengantar pengenalan bahasa dan kosakata serta beragam hal bagi anak-anak usia dini. Bagi remaja dan dewasa, dongeng pun bisa jadi sarana refleksi dan kontemplasi," ujar Kak Resha dalam keterangan resmi IPB University diterima di Jakarta pada Selasa.

Dalam Season 2020, dilakukan kegiatan edukasi materi akademik dan non-akademik tentang lingkungan berupa webinar via Google Meet dan pemberian video pembelajaran melalui YouTube untuk anak-anak di berbagai daerah di Indonesia. Webinar bertema "Mencintai Lingkungan di Sekitar Rumah Semasa Pandemi" itu menjadi rangkaian terakhir yang sekaligus menutup rangkaian Season 2020.

Baca juga: Anak-anak mengalami krisis moral karena kurang mendapat dongeng?

Baca juga: Relawan dan komunitas gelar festival dongeng di Museum Nasional


Tamara Muna Nisa, salah satu pendamping anak dalam webinar Season, memuji acara yang menurutnya membantu pemahaman anak-anak akan lingkungan hidup seperti hewan dan lingkungan hidup.

"Anak-anak masa kini cenderung lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bermain game dan media sosial. Acara ini membuat anak-anak meninggalkan kebiasaan tersebut untuk belajar mengenai hewan-hewan dan lingkungan dengan cara yang menarik, yaitu melalui dongeng. Selain itu, Season memberi ruang bagi anak-anak untuk dapat tetap bersosialisasi di tengah pandemi," ujar Tamara.

Baca juga: Mahasiswa IPB temukan metode dongeng bertema lingkungan

Baca juga: Kampung Dongeng Indonesia hibur anak korban banjir Cipinang Melayu

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Garuda Indonesia kehilangan 4 musim puncak penerbangan di tahun 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar