Politani Samarinda kembangkan apilkasi foto untuk deteksi COVID-19

Politani Samarinda kembangkan apilkasi foto untuk deteksi COVID-19

Salah satu mahasiswi Politani Samarinda menunjukan hasil jepretan foto paru-paru menggunakan aplikasi Xray dan bisa mendeteksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) melalui foto rontgen paru-paru. (ANTARA/Arumanto)

Samarinda (ANTARA) - Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda telah berhasil mengembangkan aplikasi foto paru (Xray) yang bisa mendeteksi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) melalui foto rontgen paru-paru.

Direktur Politani Samarinda Hamka di Samarinda, Selasa, menjelaskan latar belakang dibuatnya aplikasi Xray, karena kondisi saat ini seluruh dunia dan Indonesia menghadapi pandemi, sehingga muncul ide untuk mendeteksi cepat COVID-19.

"Ide ini muncul ketika mahasiswa berdiskusi dan lahirlah gagasan mencoba membuat aplikasi menggunakan handphone android untuk mendeteksi Covid-19 dengan menggunakan citra Xray (foto rontgen) dan dari foto itu difoto kembali melalui kamera android, sehingga muncul penggambaran apakah seseorang terinfeksi Covid-19, sehingga bisa diketahui positif atau negatif," ujarnya

Melalui aplikasi tersebut, ujar Hamka, bukan hanya untuk kesehatan, tetapi nantinya bisa digunakan memfoto kondisi tanaman, sehingga diketahui apakah tanaman terserang penyakit atau tidak, juga kematangan buah.

Baca juga: PUPR targetkan rehabilitasi Politeknik Samarinda rampung Agustus 2020

Baca juga: Kasus COVID-19 melonjak, Pemkot Samarinda terapkan kembali WFH


“Aplikasi yang berbasis Android dan Ios ini meraih peringkat 4 nasional, pada acara Dilo Hackathon Festival (DHF) pada 18 September 2020 yang diprakarsai Telkom Indonesia dan aplikasi nantinya akan dipatenkan,” ucap Hamka.

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi mengucapkan terimakasih kepada Politani Samarinda yang telah bersilaturahmi, sekaligus memaparkan inovasi mahasiswanya.

Salah satunya, mendeteksi Covid-19 lewat poto paru (Xray) atau foto rontgen. Berdasarkan analisis sementara akurasinya mendekati 70 persen.

“Sebagai sebuah inovasi, penemuan ini sangat luar biasa. Kita berharap seluruh kampus juga SMK mengembangkan inovasi. Contohnya, negara Jepang yang tidak memiliki persawahan, tetapi bisa menghasilkan berton-ton beras karena inovasi,” ujar Hadi Mulyadi.*

Baca juga: 19 tenaga medis RSUD IA Moeis Samarinda positif COVID-19

Baca juga: PMI Pusat kirim bantuan logistik untuk korban banjir Samarinda Kaltim


Pewarta: Arumanto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar