Monumen Ade Irma Nasution berdiri di Kepulauan Sangihe

Monumen Ade Irma Nasution berdiri di Kepulauan Sangihe

Monumen Ade Irma Suryani Nasution. ANTARA/HO

Monumen Ade Irma Suryani Nasution untuk mengingatkan anak bangsa bahwa saksi hidup peristiwa G-30-S/PKI merupakan putri terbaik dari Kabupaten Kepulauan Sangihe yang saat ini masih hidup.
Sangihe, Sulut (ANTARA) - Monumen Ade Irma Sryani Nasution, Putri Jenderal A.H. Nasution berdiri di kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Pembangunan monumen salah satu korban keganasan PKI yang diprakarsai oleh Alfian W.P. Walukow bersama keluarga Alpiah Makasebape, pengasuh Ade Irma Suryani Nasution ini diresmikan oleh Bupati Sangihe Jabes Ezar Gaghana, Rabu.

Bupati Jabes Gaghana mengatakan bahwa Monumen Ade Irma Suryani Nasution di halaman rumah Alpiah Makasebape, Kelurahan Dumuhung Tahuna Timur, memberitahukan bahwa di Kabupaten Kepulauan Sangihe saat ini masih ada saksi sejarah yang melakukan pendampingan kepada keluarga Jenderal A.H. Nasution saat pemberontakan PKI pada tahun 1965.

Pemerintah dan masyarakat Kepulauan Sangihe, kata Bupati, merasa bangga karena memiliki Ibu Alpiah Makasebape yang telah mengasuh Ade Irma Suryani serta mendampingi keluarga Jenderal A.H. Nasution.

Baca juga: Pengasuh Ade Irma Nasution di Tahuna didatangi Dandim Sangihe
 
Bupati Jabes Ezar Gaghana (kiri) bersama Ibu Alpiah Makasebape. ANTARA/HO


Dandim 1301/Sangihe Letkol Inf. Rachmat Christanto mengatakan bahwa pendirian monumen ini merupakan wujud penghargaan setinggi-tingginya dan rasa terima kasih atas jasa Alpiah Makasebape yang telah mengasuh almarhumah Ade Irma Suryani Nasution sekaligus menjadi saksi hidup kekejaman peristiwa G-30-S/PKI pada waktu silam.

"Monumen ini untuk mengingatkan kita semua, khususnya generasi muda dan masyarakat Sangihe, bahwa saksi hidup peristiwa G-30-S/PKI merupakan putri terbaik dari Kabupaten Kepulauan Sangihe yang saat ini masih ada," kata Chtistanto.

Alpiah Makasebape merupakan pengasuh Ade Irma Suryani Nasution yang menyaksikan langsung kejadian 30 September 1965 di rumah keluarga Jenderal A.H. Nasution.

Baca juga: Bamsoet dukung Ade Irma Nasution jadi pahlawan

"Saya masih menyimpan beberapa dokumen serta barang pribadi milik Ade Irma Suryani Nasution sebagai kenang-kenangan saya," kata Alpiah Makasebape.

Barang yang masih disimpan oleh Alpiah Makasebape yang saat ini berusia 83 tahun ini, di antaranya foto keluarga Jenderal Nasution serta foto dirinya saat menggendong Ade Irma Suryani Nasution yang saat itu baru berusia 3 bulan.

Di samping itu, pakaian serta barang milik Ade Irma Nasution juga handuk dan sandal Jenderal Nasution saat dirawat di rumah sakit.
Foto keluarga Jenderal A.H. Nasution yang masih disimpan oleh Oma Alpiah Makasebape. ANTARA/HO

"Barang milik keluarga Jenderal A.H. Nasution ini menjadi kenang-kenangan bagi saya yang sudah mengabdi di keluarga Nasution-Gondokusumo sejak 1960 sampai dengan 1967," ungkap Alpiah Makasebape.

Menurut dia, keluarga Nasution-Gondokusumo sangat baik dalam memperlakukan dirinya sebagai perawat.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada keluarga Nasution-Gondokusumo yang memperlakukan saya dengan baik selama kurang lebih 7 tahun," katanya.

Baca juga: Mengingat Ade Irma Suryani di Museum AH Nasution (Video)

Pewarta: Jerusalem Mendalora
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar