Bulu tangkis

PBSI apresiasi penerapan sistem gelembung pada turnamen seri Asia

PBSI apresiasi penerapan sistem gelembung pada turnamen seri Asia

Ilustrasi - Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kanan) dan rekannya Marcus Fernaldi Gideon berteriak usai mengecoh lawannya asal Taiwan, Lee Yang dan Wang Chi Lin dalam babak semi final All England Open 2020 di Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Sabtu (14/3/2020). ANTARA FOTO/Nafi-Humas PBSI/app/foc.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti menyambut baik gagasan sistem gelembung (bubble system) yang rencananya diterapkan dalam rangkaian turnamen bulu tangkis seri Asia di Bangkok, Thailand, 12-31 Januari 2021.

“Kami mengapresiasi persiapan Thailand untuk turnamen seri Asia tahun depan, terutama dengan rencana penerapan bubble system. Semoga semuanya bisa berjalan lancar tanpa ada hambatan yang berarti,” kata Susy dikutip dari laman resmi PBSI, Rabu.

Menurut dia, sistem gelembung secara komprehensif dapat melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh atlet, pelatih sekaligus ofisial yang nantinya akan berpartisipasi dalam turnamen tersebut.

Baca juga: Tour bulu tangkis seri Asia ditunda hingga 2021
Baca juga: PBSI antisipasi padatnya jadwal turnamen 2021


“Protokol kesehatan yang diterapkan dalam bubble system itu jauh lebih baik dan sepertinya bisa memberi jaminan kepada para atlet. Kami yakin dengan persiapan yang dilakukan oleh pemerintah Thailand untuk penyelenggaraan turnamen ini,” tutur Susy.

Sementara itu, Federasi bulu tangkis dunia (BWF) bekerja sama dengan asosiasi bulu tangkis Thailand (BAT) serta pemerintah Thailand saat ini sedang mempersiapkan pelaksanaan turnamen seri Asia itu dengan sistem gelembung dan protokol kesehatan untuk mengantisipasi COVID-19.

“Kesehatan peserta adalah prioritas utama. Kami telah berkonsultasi dengan berbagai otoritas di Thailand mengenai prosedur antisipasi COVID-19 yang efektif. Akhirnya kami memutuskan untuk menerapkan bubble system selama berlangsungnya turnamen seri Asia," kata Presiden BAT Khunying Patama Leeswadtrakul.

Dengan sistem gelembung tersebut, dia menjelaskan, maka artinya peserta hanya berada dalam satu lingkungan tertentu bersama dengan orang-orang yang sama dalam periode waktu 14 hari karantina.

Selama masa karantina itu, sambung dia, pemain masih bisa mengikuti sesi latihan di tempat yang sudah disediakan oleh penyelenggara. Seluruh atlet dan ofisial yang hadir diwajibkan untuk mengikuti test COVID-19 sebelum bertolak dari negara masing-masing dan selama berada di Bangkok.

Rangkaian turnamen seri Asia terdiri dari Asia Open I, Asia Open II dan BWF World Tour Finals.

Baca juga: Turnamen Asia mundur, Indonesia Masters 2021 terancam batal
Baca juga: BWF sebut penundaan turnamen solusi terbaik


Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Keputusan Pensiun, Tontowi sudah pikirkan secara matangĀ 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar