Kota Madiun catat ada tambahan sembilan pasien COVID-19

Kota Madiun catat ada tambahan sembilan pasien COVID-19

Ilustrasi - Petugas medis perempuan di ruang isolasi RSUD Gambiran, Kota Kediri. (ANTARA Jatim/istimewa)

Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, mencatat tambahan sembilan kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 pada Rabu tanggal 30 September 2020 sehingga keseluruhan kasusnya naik dari 125 orang menjadi 134 orang.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemerintah Kota Madiun, dari tambahan sembilan pasien tersebut, tujuh orang di antaranya merupakan tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Soedono Madiun.

"Ada klaster baru, yakni itu dari tenaga medis di salah satu rumah sakit rujukan," ujar Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Madiun, Maidi.

Baca juga: Ada tambahan 36, positif COVID-19 di DIY meningkat 2.643 kasus

Pihaknya mengatakan, tingginya kasus konfirmasi baru di Kota Madiun menjadi keprihatinan bersama. Apalagi mereka yang positif COVID-19 merupakan tenaga kesehatan.

Sembilan kasus baru tersebut terdaftar sebagai kasus Nomor 126 hingga 134 dan satu di antaranya meninggal dunia. Yakni kasus nomor 134.

Sesuai data, pasien ke-126 berinisial ES, perempuan berusia 48 tahun warga Kelurahan Rejomulyo. Pasien ke-127 berinisial SS, perempuan berusia 33 tahun warga Kelurahan Demangan. Pasien ke-128, berinisial EM, perempuan berusia 39 tahun warga Kelurahan Manisrejo.

Kemudian, pasien ke-129 berinisial DMU, perempuan berusia 24 tahun warga Kelurahan Pandean. Pasien ke-130 berinisial DAK, perempuan berusia 35 tahun warga Kelurahan Winongo. Pasien ke-131 berinisial HNA, seorang laki-laki berusia 39 tahun warga Kelurahan Winongo.

Berikutnya, pasien ke-132 berinisial MS, laki-laki berusia 47 tahun dan pasien ke-133 berinisial ACD, perempuan berusia 15 tahun, keduanya warga Kelurahan Pandean.

Baca juga: Bupati Alor-NTT klaim berhenti jika warganya meninggal karena COVID

Lalu, Pasien ke-134 berinisial SD, perempuan berusia 72 tahun warga Kelurahan Taman. Selain COVID-19, SD juga sakit gondok. Ia lalu dijemput anaknya ke Sidoarjo untuk berobat ke salah satu rumah sakit di sana pertengahan bulan lalu. Beberapa hari kemudian kondisi pasien kritis dan meninggal dunia. SD dimakamkan di Sidoarjo dengan protokol COVID-19.

Berdasarkan data hingga Rabu sore terdapat 134 kasus konfirmasi di Kota Madiun. Dari jumlah itu, 99 orang di antaranya sembuh atau bertambah dua orang sembuh, yakni pasien nomor 126 dan 127. Kemudian 27 orang masih dalam perawatan, dua orang menjalani isolasi mandiri di rumah, dan tujuh orang meninggal dunia.

Pemkot terus mengingatkan warganya untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebab, pandemi masih berlangsung dan kasus konfirmasi terus bertambah, meski ada juga pasien yang sembuh.

Sementara, penambahan kasus terkonfirmasi baru juga terjadi di Kabupaten Madiun. Data Pemkab Madiun mencatat, terdapat tiga pasien terkonfirmasi pada Rabu 30 September 2020 dari sebelumnya 110 orang menjadi 113 orang.

Penambahan tiga konfirmasi itu berinisial DH (34) seorang perempuan warga Desa Grobogan, Kecamatan Jiwan; pasien berinisial DA (19) seorang perempuan warga Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu; dan pasien berinisial AS (37) seorang laki-laki warga Desa Tempursari, Kecamatan Wungu, demikian Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Madiun Mashudi.

Berdasarkan data hingga Rabu sore terdapat 113 kasus konfirmasi di Kabupaten Madiun. Dari jumlah itu, 92 orang di antaranya sembuh. Kemudian 13 orang masih dalam perawatan dan delapan orang meninggal dunia.

Baca juga: 25 orang di sekitar Gubernur Kalbar terkonfirmasi positif COVID-19
Baca juga: Total pasien sembuh dari COVID-19 di Jakarta tembus 60 ribu
Baca juga: Satu pegawai positif COVID-19, Kelurahan Semanan tutup tiga hari

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polres Madiun kampanye protokol kesehatan dengan wayang kulit

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar