Saham Jerman terpangkas lagi dengan indeks DAX 30 tergerus 0,51 persen

Saham Jerman terpangkas lagi dengan indeks DAX 30 tergerus 0,51 persen

Grafik indeks harga saham gabungan Jerman DAX terlihat di bursa saham di Frankfurt, Jerman, Jumat (27/3/2020). ANTARA/REUTERS/Staff.

Frankfurt (ANTARA) - Saham-saham Jerman terpangkas lagi pada akhir perdagangan Rabu (30/9), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut, dengan indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt tergerus 0,51 persen atau 65,09 poin, menjadi menetap di 12.760,73 poin.

Indeks DAX 30 merosot 0,35 persen atau 45,05 poin menjadi 12.825,82 poin pada Selasa (29/9), setelah melambung 3,22 persen atau 401,67 poin menjadi 12.870,87 poin pada Senin (28/9), dan jatuh 1,09 persen atau 137,37 poin menjadi 12.469,20 poin pada Jumat (25/9).

Dari 30 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks DAX 30, tercatat 19 saham mengalami kerugian dan 11 saham lainnya berhasil mengantongi keuntungan.

Covestro, perusahaan Jerman yang memproduksi berbagai bahan baku berbahan dasar poliuretan dan polikarbonat mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 7,19 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan pembuat pakaian dan peralatan olahraga Adidas yang berkurang 1,81 persen, serta perusahaan manajemen logistik dan jasa pengiriman terkemuka Jerman Deutsche Post turun 1,47 persen.

Sementara itu, Deutsche Bank, perusahaan jasa keuangan dan perbankan terkemuka Jerman, mencatat keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya menguat 1,64 persen.

Disusul oleh saham perusahaan pabrikan otomotif Daimler menyusut 0,76 persen, serta perusahaan asosiasi pengembang perumahan Deutsche Wohnen naik 0,66 persen.

Perusahaan perangkat lunak multinasional SAP adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 254,14 juta euro (297,55 juta dolar AS).

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar