Industri Sawit Harus "Zero Waste"

Industri Sawit Harus "Zero Waste"

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertanian meminta kepada industri pengolahan kelapa sawit untuk menerapkan pola zero waste atau tidak menghasilkan limbah buangan dari produksinya.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Achmad Mangga Barani di Jakarta, Senin mengatakan, industri kelapa sawit dapat memanfaatkan limbah dari hasil pengolahan baik yang padat maupun cair menjadi produk yang lebih bermanfaat.

"Selama ini limbah buangan itu tak diambil dan hanya dibuang. Kita ingin pabrik sawit itu benar-benar zero waste," katanya.

Dia mengungkapkan, salah satu manfaat dari limbah pengolahan kelapa sawit tersebut yakni diolah menjadi biogas yang mampu menghasilkan listrik sehingga bisa dipergunakan untuk industri tersebut ataupun dijual ke masyarakat.

Menurut dia, untuk industri kelapa sawit skala besar, yang memiliki kapasitas olah lebih dari 30 ton tandan buah segar (TBS) per jam, selama ini umumnya sudah memanfaatkan limbahnya sehigga tidak menjadi produk buangan yang merusak lingkungan.

Sedangkan untuk pabrik kelapa sawit skala menengah, belum banyak mengerjakan pengolahan limbah karena masih berkonsentrasi memproduksi CPO atau minyak sawit mentah saja.

"Saya kira cantik sekali, kalau semua perusahaan seperti itu (melakukan pengolahan limbah) karena semua zero waste, semua komponen yang dia kelolo tidak ada sama sekali buangan," katanya.

Sementara itu menurut Eka Bukit dari PT Kreatif Energi Indonesia, sebagai negara industri kelapa sawit terbesar di dunia produksi CPO nasional mencapai 20 juta ton per tahun dari areal seluas 7,12 juta ha.

Sementara itu jumlah pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) lebih dari 400 unit dengan kapasitas terpasang 16 ribu TBS per jam ternyata memiliki potensi menghasilkan limbah yang sangat besar yakni 0,53 meter kubik limbah cair/ton TBS diolah serta 0,25 ton TKS/ton TBS diolah.

"Limbah-limbah tersebut harus dikelola sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku yang artinya ini merupakan biaya bagi perusahaan," katanya.

Perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan khususnya di bidang biodiesel, bioethanol, biogas, biomass dan CDM (Clean Development Mechanism ) itu memperkenalkan biodigestor untuk mengatasi limbah dari pengolahan kelapa sawit sehingga menghasilan listrik.

Dia mengungkapkan, dengan pengolahan limbah sawit menjadi biogas tidak saja menekan biaya pembuangan limbah namun bisa menghasilkan keuntungan secara ekonomi.

Untuk PKS dengan kapasitas olah 30 ton TBS per jam atau 146 ribu ton/tahun, tambahnya mencontohkan, maka dari sekitar 94.900 meter kubik limbah cair yang dihasilkan per tahun bisa dihasilkan 1,55 meter kubik gas metana (CH4).

Dari produksi CH4 sebanyak itu bisa menghasilkan listrik sebesar 5,12 juta KWH/tahun atau 1 MW dan jika setiap kwh dijual senilai 0,08 dolar AS maka akan didapatkan pendapatan 410 ribu dolar AS/tahun.

Sementara itu dari limbah kering yang dihasilkan jika diolah menjadi listrik dengan sistem boiler akan menghasilkan tambahan listrik 1,5 kw sehingga total menjadi 2,5 kw dengan total pendapatan 1,36 juta dolar AS.(ANT/A038)

Pewarta: adit
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2010

PPKS Medan jadi saksi sejarah perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar