Ruang bayi dan bersalin RSUD Wondama tutup akibat COVID-19

Ruang bayi dan bersalin RSUD Wondama tutup akibat COVID-19

Juru bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Teluk Wondama (ANTARA/Toyiban)

50 orang petugas medis ruang bayi dan bersalin pernah kontak
Teluk Wondama (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Teluk Wondama menutup sementara pelayanan ruang bayi dan ruang bersalin akibat lima tenaga kesehatan yang bertugas di bagian itu terinfeksi COVID-19.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 dr. Yoce Kurniawan di Wasior, Kamis, mengatakan penutupan itu dilakukan selama 10 hari sejak 29 September hingga 8 Oktober 2020.

Penutupan sementara dilakukan menyusul temuan kasus positif COVID-19 yang dialami lima tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di ruang bayi. Kelima petugas medis itu diduga kuat terpapar dari pasien bayi yang terkonfirmasi positif COVID-19 pada 28 September setelah 10 hari menjalani perawatan di RSUD Teluk Wondama.

"Setelah dilakukan tracing, sebanyak 50 orang petugas medis ruang bayi dan ruang bersalin diketahui pernah kontak dengan rekan mereka yang dinyatakan positif COVID-19 sehingga mereka diharuskan melakukan isolasi mandiri," katanya.

“Sehingga akibat dari 50 petugas RS isolasi mandiri, sejak 2 hari lalu (28 September) ruang bayi ditutup dan tadi malam ruang bersalin pun ditutup juga karena bersebelahan dengan ruang bayi, kita tutup sampai 6 atau 8 Oktober,“ucap

Baca juga: Teluk Wondama laporkan kasus kematian pasien COVID-19 pertama

Baca juga: Ribuan pekerja informal di Wondama terima santunan


Meski demikian menurut Direktur RSUD Teluk Wondama itu, pelayanan untuk kasus gawat darurat terutama bagi pasien yang membutuhkan operasi tetap bisa dilakukan. Khusus untuk ruang bayi, pelayanan tidak ditutup secara total namun dipindahkan tempatnya ke ruang high care unit (HCU).

“Tetapi untuk kasus yang darurat, gawat bisa langsung ke ruang gawat darurat dan yang butuh operasi bisa tetap ditangani karena kita punya dokter spesialis kandungan dan perawat anastesi besok datang. Jadi mohon bila ada ibu yang ingin bersalin diarahkan ke Puskesmas sampai 8 Oktober atau paling cepat tanggal 6 oktober karena sudah ada 4 bidan yang masuk dari 12 bidan,“ kata dr.Yoce.

Dari tracing yang dilakukan, lanjut Yoce, per 30 September 2020 kembali ditemukan lagi satu kasus positif baru yakni anak perempuan berusia 4 tahun. Yang bersangkutan adalah anak dari salah satu perawat ruang bayi.

Dengan demikian secara keseluruhan kasus positif COVID-19 yang bermula dari ruang bayi kini menjadi sembilan orang. Yaitu sang bayi sendiri dengan ibunya, lima petugas medis serta dua orang anak dari petugas medis ruang bayi.

“Untuk keadaan pasien rata-rata keluhan ringan. Dan untuk si bayi sampai saat ini masih stabil walaupun masuk dengan keadaan sedang berat,“  kata Ketua IDI Teluk Wondama itu.

Baca juga: Dua nakes positif COVID-19 di Wondama berhasil sembuh

Baca juga: Teluk Wondama menuju zona hijau COVID-19

 

Pewarta: Toyiban
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

44 nakes terpapar COVID-19, Pemkab Lumajang batasi layanan kesehatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar