Pengolahan air limbah senilai Rp11,4 miliar dibangun di Pulau Sebira

Pengolahan air limbah senilai Rp11,4 miliar dibangun di Pulau Sebira

Sejumlah turis domestik berwisata di Pantai Perawan, Pulau Pari, yang menjadi salah satu dari sekian banyak tujuan wisata bahari di Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (19/11/2017). ANTARA FOTO/R. Rekotomo/am.

Pekerjaan akan dilakukan selama tiga bulan ke depan
Jakarta (ANTARA) - Sistem pengelolaan air limbah domestik (SPALD) senilai Rp11,49 miliar akan dibangun di Pulau Sebira, Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

"Pekerjaan akan dilakukan selama tiga bulan ke depan dan sedang persiapan pihak ketiga. Kami optimistis Desember 2020 selesai secara keseluruhan," kata Kepala Seksi Air Bersih dan Air Limbah, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu, Fajar Avisena saat sosialisasi di rumah singgah Pulau Sebira, Kamis.

Fajar menjelaskan sosialisasi pembangunan SPALD bertujuan agar menghasilkan olahan berupa air yang memiliki baku mutu air limbah di pulau permukiman, Kepulauan Seribu.

"Supaya tersedianya sarana pengelolaan air limbah domestik di Pulau Sebira dan mengurangi pencemaran lingkungan serta mendukung kelestarian lingkungan pulau," kata Fajar.

Sementara itu, Lurah Pulau Harapan Adi Apandi menambahkan rencananya pada tahun ini ada sebanyak 135 sambungan ke rumah warga. Sementara sisanya akan disambungkan ke jaringan pada tahun yang akan datang.

"Sesuai tujuannya menjaga air tanah dari pencemaran limbah domestik warga, sehingga lingkungan Pulau Sebira tetap terjaga baik," kata Adi.

Baca juga: Pemprov DKI siapkan sistem pengelolaan limbah domestik terpusat
Baca juga: Warga Kepulauan Seribu keluhkan kondisi ekonomi akibat PSBB Jakarta

Pewarta: Fauzi
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sapi kurban Presiden dikirim ke Kepulauan SeribuĀ 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar