Kami masih menunggu hasil pemeriksaan ratusan sample dari kluster BPN
Kupang (ANTARA) - Sebanyak sepuluh orang pegawai Kantor Wilayah Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Nusa Tenggara Timur terkonfirmasi positif COVID-19 diduga terpapar dari pasien positif COVID-19 yang kini telah meninggal.

Demikian dikatakan juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kota Kupang, Ernest Ludji kepada ANTARA di Kupang, Jumat.

Menurut Ernest Ludji, tim gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kota Kupang telah melakukan pengambilan swab terhadap 269 orang pegawai Kantor Wilayah ATR/BPN NTT.

"Hasilnya ada 10 orang terkonfirmasi positif COVID-19 masing-masing sembilan orang di Kota Kupang dan satu di TTU dari kluster Kantor Wilayah BPN NTT yang terkonfirmasi positif COVID-19," kata Ernest.

Baca juga: GTPP: Klaster baru COVID-19 di Kota Kupang muncul dari karyawan bank

Baca juga: Terjadi lonjakan kasus baru COVID-19 di NTT


Menurut dia, masih ada 259 sample swab yang hingga saat ini masih belum ada hasil pemeriksaan.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap ratusan sample dari kluster perkantoran BPN NTT," kata Ernest Ludji.

Ia mengatakan sepuluh pegawai Kantor ATR/BPN NTT yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu diduga terpapar setelah sempat melakukan kontak erat dengan pejabat pada Kantor ATR/BPN NTT yang meninggal dunia akibat COVID-19 pada Selasa (29/9).

Sementara itu Kasubag Umum dan Informasi Kantor Wilayah ATR/BPN Nusa Tenggara Timur, Wini mengatakan, dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19 telah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan Kantor Wilayah ATR/BPN NTT.

"Seluruh pegawai di Kantor Wilayah ATR/BPN NTT sudah dilakukan rapid tes dan swab. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyebaran COVID-19," kata Wini.

Baca juga: Bupati Alor-NTT klaim berhenti jika warganya meninggal karena COVID

Baca juga: Satu keluarga di Kota Kupang terpapar COVID-19

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2020