Pemkab Bantul agresif lakukan testing dan tracing kendalikan COVID-19

Pemkab Bantul agresif lakukan testing dan tracing kendalikan COVID-19

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul Budi Wibowo (Foto Humas Bantul)

ergeser ke level lebih rendah lagi, bagaimana menjadi hijau
Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan agresif dalam melakukan upaya testing atau pemeriksaan kesehatan maupun tracing atau upaya mendeteksi orang-orang yang berpotensi tinggi tertular COVID-19 guna mengendalikan penyebaran virus corona baru tersebut.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul Budi Wibowo di Bantul, Jumat, mengatakan, Kabupaten Bantul saat ini sebagian besar kecamatan dikategorikan sebagai zona oranye kasus COVID-19, sehingga upaya untuk menurunkan ke level lebih rendah perlu dilakukan secara bersinergi dengan berbagai instansi terkait.

"Tugas kita bagaimana Bantul yang sudah (zona) orange di 10 kecamatan dan kuning di tujuh kecamatan ini menjadi bergeser ke level lebih rendah lagi, bagaimana menjadi hijau, bagaimana menjadi kuning dan seterusnya, oleh karena itu testing dan tracing agresif harus kita lakukan," katanya.

Menurut dia, pemantauan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 juga harus lebih diperketat dan perlunya koordinasi secara intensif diantara para pejabat di internal Pemkab dan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis yang terkait dengan binaan-binaannya.

Baca juga: Dinkes Bantul pastikan semua tenaga kesehatan negatif COVID-19

Baca juga: Kasus baru positif COVID-19 di DIY didominasi pasien dari Bantul


"Misalnya di Dinas Perdagangan dengan pasar-pasar rakyat yang ada juga saya mohon dikontrol sekali lagi, kerumunan agar dihindari, taati protokol kesehatan dengan baik, terapkan physical distancing, selalu cuci tangan, jaga jarak. Ini harus kita lakukan dengan ketat," katanya.

Berdasarkan data pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul menyebutkan total kasus positif secara akumulasi hingga Kamis (1/10) berjumlah 717 orang, dengan dinyatakan sembuh 607 orang, sementara kasus positif meninggal 20 orang.

Dengan demikian, pasien positif COVID-19 domisili Bantul yang masih menjalani isolasi dan perawatan di sejumlah rumah sakit berjumlah 90 orang, dengan terbanyak ada di Kecamatan Kasihan 31 orang, kemudian Banguntapan 17 orang dan Sewon 12 orang.

Dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19, Tim Gugus Tugas COVID-19 Bantul menggiatkan Operasi Patuh Protokol Kesehatan dari September sampai Oktober dengan sasaran masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker maupun berkerumun.

Baca juga: Bantul terbitkan Perbup Adaptasi Kebiasaan Baru cegah COVID-19

Baca juga: Pemkab : Tidak ada sumber penularan COVID-19 di objek wisata Bantul

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Garda Srigading, rumah belajar dengan wifi gratis selama pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar