Kasus positif COVID-19 di Tanjungpinang mulai landai

Kasus positif COVID-19 di Tanjungpinang mulai landai

Kasir di salah satu swalayan di Tanjungpinang menggunakan alat pelindung diri untuk mencegah penularan COVID-19 (Nikolas Panama)

tiga hari terakhir 13 orang sembuh dari COVID-19 sehingga jumlah kasus aktif tinggal 10 orang
Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang menyatakan kasus penularan COVID-19 di ibu kota Kepulauan Riau itu mulai landai, namun upaya pencegahan harus tetap dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Rustam di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan jumlah pasien positif COVID-19 aktif tinggal 10 orang.

"Dalam tiga hari terakhir ada 13 orang yang sembuh dari COVID-19 sehingga jumlah kasus aktif tinggal 10 orang. Saat ini ada lima orang pasien yang dirawat, dan lima orang lainnya menjalani karantima mandiri karena tidak bergejala," katanya.

Baca juga: Kamis ini 79 pasien positif COVID-19 di Tanjungpinang sembuh

Total kasus COVID-19 di Tanjungpinang sejak Maret 2020 hingga sekarang mencapai 295 orang, sementara pasien yang sudah sembuh sebanyak 278 orang.

Pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak tujuh orang. Rata-rata pasien yang meninggal dunia memiliki penyakit penyerta selain COVID-19.

Dari total 295 orang pasien COVID-19, Rustam menjelaskan 82 orang memiliki gejala sehingga harus dirawat di rumah sakit hingga sembuh, sedangkan 213 orang tidak memiliki gejala.

Baca juga: Dinkes Tanjungpinang: Kasus COVID-19 mulai landai

Pasien yang tidak memiliki gejala sudah menjalani karantina terpadu yang disiapkan pemda dan isolasi mandiri.

Sejak pandemi COVID-19, tenaga kesehatan yang melakukan penelusuran terhadap riwayat pasien COVID-19 mencatat sebanyak 78 orang tertular setelah melakukan perjalanan ke daerah lain, sementara 200 orang lainnya kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

"Sebanyak 17 orang tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah lain dan tidak pernah kontak dengan pasien positif COVID-19," ujarnya.

Baca juga: Puluhan pasien COVID-19 di Tanjungpinang dinyatakan sembuh

Ia mengajak masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru.

Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tidak tinggal serumah, teman rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa kita cegah bersama-sama.

Protokol kesehatan yang senantiasa harus dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak (termasuk tidak bersalaman) dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di DIY bertambah 49
 

Pewarta: Nikolas Panama
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar