Fraksi PKB MPR bantu bayi Sonia penderita gizi buruk

Fraksi PKB MPR bantu bayi Sonia penderita gizi buruk

Sekretaris Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz bersama Sonia Nurasila, bayi berusia dua tahun asal Cianjur, Jawa Barat, yang mengalami gizi buruk dan kanker mata. (HO-Dok PKB)

Jakarta (ANTARA) - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR RI memberikan bantuan kepada Sonia Nurasila, bayi berusia dua tahun asal Cianjur, Jawa Barat, yang mengalami gizi buruk dan mengidap kanker pada mata kiri.

Selain pertumbuhannya tidak normal, kanker pada mata kiri Sonia membesar hingga hampir menutupi salah satu matanya.

Sekretaris Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, di Jakarta, dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Jumat, menyampaikan bantuan telah diserahkan di RS Cipto Mangunkusumo Kencana, Jakarta, pada 1 Oktober 2020.

“Hari ulang tahun bayi Sonia ini bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Semoga proses pengobatannya berjalan lancar dan Sonia bisa kembali normal seperti anak-anak lainnya,” ujar Sekretaris Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz.

Neng Eem menceritakan pertemuannya dengan Sonia Nurasila, anak dari pasangan Sopandi dan Siti Aisyah, keluarga buruh tani yang tinggal di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur.

Neng Eem bertemu dengan bayi Sonia saat melakukan kunjungan kerja ke masyarakat yang menjadi daerah pemilihannya dan melihat kondisi bayi Sonia saat itu cukup memprihatinkan karena keterbatasan biaya sehingga tidak mendapatkan pengobatan yang seharusnya.

"Oleh karena itulah, saya bersama Perempuan Bangsa Kabupaten Cianjur berinisiatif untuk membawa bayi Sonia ke RSCM agar bisa segera ditangani dan diberikan pengobatan. Hari ini, bayi Sonia sudah mengikuti beberapa prosedur kesehatan yang diperlukan seperti pengambilan sampel darah, penyuntikan anestesi, CT scan, dan yang lain-lainnya," papar Neng Eem.

Menurut Neng Eem, apa yang dialami bayi Sonia perlu menjadi perhatian kita bersama agar kasus gizi buruk dan kasus-kasus kesehatan lainnya yang mengancam jiwa bayi dan anak-anak, bisa segera ditangani.

Selain itu, kondisi perekonomian masyarakat berpendapatan rendah akibat pandemi COVID-19 juga harus segera dicarikan jalan keluarnya.

"Sekarang ini kondisinya memang serba sulit. Situasi pandemi COVID-19 yang berkepanjangan telah mengancam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Meski demikian, kita jangan patah semangat. Kita harus mampu menggunakan momen Hari Kesaktian Pancasila ini untuk menebarkan semangat kebersamaan," kata Neng Eem.

Data Badan PBB untuk anak-anak (UNICEF) menyebutkan bahwa sebelum terjadinya pandemi, di Indonesia ada sekitar 2 juta anak yang menderita gizi buruk dan lebih dari 7 juta anak di bawah usia lima tahun yang mengalami stunting.

Lembaga internasional itu memperkirakan pandemi COVID-19 akan berdampak signifikan pada kasus kurang gizi di Indonesia sehingga penanganannya harus mempertimbangkan kondisi tersebut.

Baca juga: Ketua MPR Bamsoet serahkan bantuan ambulans bagi warga miskin

Baca juga: Pimpinan MPR ingatkan bantuan Kemenag untuk pesantren harus adil

Baca juga: MPR apresiasi pemerintah salurkan bantuan bagi UMKM

Baca juga: Bamsoet: Percepat validasi penerima bantuan subsidi upah

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wapres nilai digelarnya CDI di Yogyakarta pilihan tepat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar