Pastikan ketahanan pangan, KKP latih warga olah ikan lele

Pastikan ketahanan pangan, KKP latih warga olah ikan lele

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja. ANTARA/M Razi Rahman

Kita mulai dari diri sendiri, kita mulai dari keluarga
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan bahwa bentuk pelatihan kepada warga guna mengolah ikan lele adalah sebagai salah satu upaya untuk menjaga serta memastikan ketahanan pangan di Nusantara.

"Kita mulai dari diri sendiri, kita mulai dari keluarga. Apa yang kita lakukan hari ini sebenarnya adalah membangun ketahanan pangan," kata Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja dalam rilis di Jakarta, Sabtu.

Ia mengemukakan bahwa KKP melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal telah menyelenggarakan pelatihan diversifikasi olahan ikan lele bagi sebanyak 50 pengolah ikan di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, pada tanggal 1-2 Oktober 2020.

Ia mengatakan, hampir seluruh aktivitas mengalami hambatan di tengah pandemi saat ini. Begitu pula dengan kegiatan produksi. Meskipun begitu, pangan menjadi kebutuhan pokok masyarakat yang akan terus dibutuhkan.

"Semua aktivitas kita serba terbatas, tapi kita semua setiap hari perlu makan dan perlu lauk. Salah satunya adalah ikan. Jadi rasanya patut kita sediakan," ucapnya.

Ia menyebut, konsumsi ikan Indonesia mencapai 51 kg/orang/tahun. Angka tersebut menandakan bahwa diperlukan sekitar 13 juta ton ikan/tahun untuk memenuhi asupan protein sekitar 260 juta masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, ujar dia, berbagai pelatihan ini diharapkan dapat membantu membangun ketahanan pangan dari unit-unit terkecil di tengah masyarakat.

Dalam pelatihan diversifikasi olahan ikan lele tersebut, para peserta dilatih untuk membuat beragam olahan menarik. Beberapa di antaranya keripik rambak kulit ikan lele, kerupuk tulang ikan lele, nugget, dan abon.

Sjarief mengungkapkan, olahan menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperpanjang masa penyimpanan ikan. Jika ikan segar hanya tahan disimpan selama sekitar 6 jam, produk olahan ikan bisa tahan hingga beberapa bulan.

Meskipun begitu, ia mengingatkan untuk dapat selalu tetap memastikan kesegaran dan kebersihan ikan dalam proses produksi.

Tak berhenti sampai di sini, Sjarief menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan pelatihan lanjutan tentang budidaya lele kepada masyarakat untuk memastikan keberlanjutan produksi olahannya.

Ia menyebut, lele merupakan salah satu ikan yang memiliki ketahanan tinggi terhadap berbagai cuaca dan kondisi sehingga akan mudah dibudidayakan oleh masyarakat Blora.

Baca juga: KKP gandeng UNIDO buat pelatihan pembenihan ikan patin dan lele
Baca juga: KKP distribusikan benih ikan lele dan udang galah unggul

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Waisak umat Buddha Jambi lepasliarkan lele dan kura-kura

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar