Twitter kembangkan "Birdwatch," sistem untuk lawan misinformasi

Twitter kembangkan "Birdwatch," sistem untuk lawan misinformasi

Twitter. ANTARA/Shutterstock/pri.

Jakarta (ANTARA) - Twitter sedang mengembangkan produk baru yang dinamai "Birdwatch," sebagai upaya untuk mengatasi misinformasi di seluruh platform media sosial tersebut dengan menyediakan lebih banyak konteks untuk cuitan dalam bentuk catatan.

Dikutip dari TechCrunch, Senin, sebuah cuitan dapat ditambahkan ke "Birdwatch," yang berarti ditandai untuk moderasi, pada menu dalam cuitan, tempat alat blokir dan lapor ditemukan saat ini.

Ikon teropong kecil juga akan muncul di cuitan yang dipublikasikan ke lini waktu Twitter. Saat tombol tersebut diklik, pengguna diarahkan ke layar tempat mereka dapat melihat riwayat catatan cuitan.

Berdasarkan tangkapan layar, yang dilaporkan TechCrunch, tab baru bernama "Birdwatch Notes" akan ditambahkan ke navigasi Twitter, di samping fitur lain yang sudah ada, seperti "Lists," "Topics," "Bookmarks" dan "Moments."

"Birdwatch Notes" akan memungkinkan pengguna untuk melacak kontribusi mereka dalam memerangi misinformasi.

Baca juga: Twitter tambah transkripsi di cuitan audio

Baca juga: Twitter mulai uji coba DM suara


Fitur tersebut pertama kali ditemukan pada musim panas ini dalam tahap awal pengembangan yang menemukan sistem tersebut melalui situs web Twitter.

Pada saat itu, Birdwatch tidak memiliki nama, namun dengan jelas menunjukkan antarmuka untuk menandai cuitan, memberikan suara apakah cuitan tersebut menyesatkan atau tidak, dan menambahkan catatan dengan penjelasan lebih lanjut.

Twitter memperbarui aplikasi webnya beberapa hari setelah penemuan tersebut. Namun, antarmuka yang sangat mirip ditemukan lagi dalam kode Twitter, kali ini di iOS.

Menurut konsultan media sosial, Matt Navarra, yang mengunggah hasil tangkap layar dari fitur tersebut di ponsel, Birdwatch memungkinkan pengguna untuk melampirkan catatan di cuitan. Catatan ini dapat dilihat saat mengklik tombol ikon teropong di cuitan itu sendiri.

Dengan kata lain, konteks tambahan tentang pernyataan yang dibuat dalam cuitan tersebut akan terbuka untuk umum.

Meski begitu, belum diketahui apakah semua orang di Twitter akan diberi akses ke cuitan untuk konteks tambahan, atau apakah izin ini akan memerlukan persetujuan, atau hanya terbuka untuk pengguna tertentu atau pemeriksa cek fakta.

Dalam beberapa bulan terakhir, Twitter telah mencoba mengambil sikap lebih keras terhadap cuitan yang berisi pernyataan yang menyesatkan, salah atau yang menghasut.

Bahkan telah melangkah lebih jauh dengan menerapkan label cek fakta ke beberapa cuitan Trump, dan pemberitahuan yang memperingatkan pengguna bahwa cuitan tersebut telah melanggar aturan Twitter.

Twitter menolak untuk memberikan rincian mengenai rencananya untuk Birdwatch, namun mengkonfirmasi bahwa fitur tersebut dirancang untuk memerangi penyebaran informasi yang salah.

"Kami sedang menjajaki sejumlah cara untuk mengatasi kesalahan informasi dan memberikan lebih banyak konteks untuk tweet di Twitter," kata juru bicara Twitter kepada TechCrunch.

"Misinformasi adalah masalah kritis dan kami akan menguji berbagai cara untuk mengatasinya," tambah Twitter.

Baca juga: Twitter perluas uji coba fitur "baca sebelum berbagi"

Baca juga: Twitter peringatkan tangguhkan pengguna yang berharap kematian Trump

Baca juga: Bos Facebook, Twitter akan bersaksi di depan Senat AS

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Akhir Tahun, Presiden targetkan akses internet jangkau seluruh faskes

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar