Menpora selektif proses permohonan naturalisasi atlet

Menpora selektif proses permohonan naturalisasi atlet

Foto arsip: Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Rapat kerja tersebut tentang Pembahasan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat APBN TA. 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww. (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan pihaknya akan lebih selektif dalam memproses permohonan naturalisasi atlet sebelum direkomendasikan kepada Kementerian Hukum dan HAM untuk ditindaklanjuti.

Menurut Zainudin, permohonan naturalisasi harus diajukan berdasarkan kepentingan atau urgensi yang mendesak. Nama-nama yang diusulkan pun harus dipastikan bahwa mereka dapat memberikan sumbangsihnya terhadap peningkatan prestasi tim nasional cabang olahraga.

“Ini akan menjadi pedoman ketika ada permohonan naturalisasi. Kami akan selektif dan tidak langsung merekomendasikan ke Menteri Hukum dan HAM,” kata Zainudin dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Senin.

Baca juga: Sidang Paripurna DPR setujui permohonan naturalisasi empat atlet

Zainudin berkaca pada pengalaman sebelumnya ketika Kemenpora meloloskan permohonan naturalisasi dari cabang olahraga, tetapi atlet tersebut justru tak dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan timnas.

Untuk terhindar dari kejadian serupa, Zainudin akan meminta setiap cabang olahraga yang memiliki atlet naturalisasi untuk memonitor perkembangan setiap pemain apakah memberikan perubahan yang signifikan atau tidak.

“Bagi yang sudah kami setujui proses kewarganegaraannya, kami meminta cabor untuk memonitor perkembangan mereka apakah setelah dinaturalisasi makin baik dan berdampak positif terhadap timnas atau tidak,” ujarnya.

“Maka kami meminta pimpinan cabor untuk memonitor. Kita harus hati-hati betul untuk mendorong naturalisasi,” tambah dia.

Baca juga: Komisi III DPR RI setujui permohonan naturalisasi Jawato dan Prosper

Sementara itu, terkait persetujuan empat atlet calon naturalisasi, yaitu Brando Jawato, Lester Prosper, Kimberly Pierre Louis, dan Marc Anthony Klok diyakini Zainudin merupakan keputusan yang tepat. Menurutnya, kehadiran Jawato dan Prosper, terutama sangat penting dan mendesak demi mewujudkan ambisi Indonesia lolos fase kualifikasi Piala Asia FIBA 2021.

Pun demikian dengan Marc Klok. Politikus Golkar itu berharap pemain yang saat ini berseragam Persija Jakarta itu bisa membantu meningkatkan peringkat FIFA.

“Kalau basket ini mendesak karena kita jadi tuan rumah Piala Dunia FIBA. Bayangkan sebagai tuan rumah kita bisa tersisih, jika dengan materi sekarang ini berat. Sehingga ini urgensi mendesak dan yang mendasari kami akhirnya memberi rekomendasi untuk kewargaanergaraan tiga pebasket ini,”

Baca juga: PSSI proyeksikan Marc Klok perkuat timnas Indonesia

“Kalau sepak bola kita harus meningkatkan peringkat FIFA. Maka kami merekomendasikan Anthony Klok,” pungkas dia.

Keempat atlet WNA tersebut, pada Senin, telah mendapatkan persetujuan permohonan pertimbangan kewarganegaraan RI, baik berdasarkan hasil rapat kerja Komisi III maupun Sidang Paripurna DPR RI.

Sesuai dengan UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, keempat atlet tersebut tinggal menunggu hingga terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) sebelum dilanjutkan dengan sumpah atau janji sebagai WNI di Kanwil Kemkumham yang ditunjuk.

Baca juga: Komisi X kritik rencana naturalisasi pemain jelang Piala Dunia U-20
Baca juga: Seto: Piala Dunia U-20 panggung pemain lokal bukan naturalisasi


Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dapat APD dari Kemenpora, atlet Maluku harus kampanyekan protokol kesehatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar