Dinkes sebut kesembuhan pasien COVID-19 di Bandarlampung 70 persen

Dinkes sebut kesembuhan pasien COVID-19 di Bandarlampung 70 persen

Dokumentasi - Seorang petugas monitor update data COVID-19 Lampung, Bandarlampung, Jumat (28/8/2020). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi/aa.

Sedangkan untuk kasus kematian di kota ini mencapai 20 orang
Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung menyebutkan tingkat kesembuhan pasien positif COVID-19 di daerah itu saat ini mencapai 70 persen dari total kasus konfirmasi positif COVID-19 sebanyak 372 orang.

"Dari 372 kasus positif COVID-19 yang sembuh di Bandarlampung 265 orang, jadi sekitar 70 persen tingkat kesembuhan di kota ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli di Bandarlampung, Selasa.

Baca juga: Hadiri syukuran wisuda, satu warga Bandarlampung positif COVID

Kemudian, lanjut dia, sisanya yakni 87 orang masih dalam perawatan dan isolasi mandiri baik di kediamannya masing-masing maupun di rumah sakit rujukan COVID-19.

"Sedangkan untuk kasus kematian di kota ini mencapai 20 orang," kata dia.

Dia mengungkapkan bahwa banyaknya kasus konfirmasi positif COVID-19 beberapa waktu terakhir karena perluasan penelusuran yang dilakukan oleh Pemkot Bandarlampung.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Lampung bertambah 24, total 875

Baca juga: Tiga warga Metro positif setelah kontak dengan bupati nonaktif


"Jadi permintaan Pak Wali Kota Bandarlampung yang kita 'tracing' tidak hanya keluarga pasien tapi lingkungan sekitarnya juga, tidak hanya di tes usap namun juga dites usap," kata dia.

Menurutnya, dengan banyaknya hasil penelusuran maka penambahan pasien juga akan semakin banyak namun pada akhirnya hal tersebut dapat memutus mata rantai penyebaran  COVID-19 di Bandarlampung.

"Memang kita banyakin 'tracing:-nya biar habis kan lama-lama juga pasien positifnya akan menurun juga," kata dia.

Baca juga: Seorang bayi lima bulan di Bangka terinfeksi COVID-19




 

Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkot Ambon : Rp230 juta denda operasi yustisi untuk penanganan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar