IHSG rawan tertekan hari ini, terimbas mandeknya negosiasi stimulus AS

IHSG rawan tertekan hari ini, terimbas mandeknya negosiasi stimulus AS

Ilustrasi: Warga melintas layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Kami memperkirakan IHSG cenderung rawan tertekan pada hari ini menyusul harapan stimulus AS yang tidak ada dan masih tingginya angka penyebaran COVID-19
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi bergerak melemah seiring terhentinya negosiasi paket stimulus lanjutan di Amerika Serikat (AS).

IHSG dibuka melemah 22,65 poin atau 0,45 persen ke posisi 4.976,57. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 5,72 poin atau 0,75 persen ke di posisi 758,44.

"Kami memperkirakan IHSG cenderung rawan tertekan pada hari ini menyusul harapan stimulus AS yang tidak ada dan masih tingginya angka penyebaran COVID-19. Para pelaku pasar juga akan menanti data cadangan devisa Indonesia yang akan dirilis hari ini," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporan yang dikutip Antara di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Wall Street ditutup jatuh setelah Trump batalkan pembicaraan stimulus

Pada perdagangan kemarin, IHSG berhasil mengalami penguatan didukung disahkannya RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang, yang cenderung meringankan beban perusahaan sehingga iklim usaha menjadi lebih baik.

Namun UU tersebut direspons negatif dari kalangan pekerja terutama di bagian pesangon PHK sehingga ada potensi demo di berbagai daerah. Jika berujung anarkis, maka akan menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.

Selain itu pandemi COVID-19 di Indonesia belum melandai. Tercatat 4.056 penambahan kasus harian baru pada Selasa (6/10) kemarin atau naik 12 persen dari hari sebelumnya.

Kasus sembuh lebih rendah dari penambahan kasus yaitu sebesar 3.844 kasus sembuh. Penambahan kasus aktif membuat case closed belum mencapai 80 persen, dan tertahan di level 79,6 persen.

Baca juga: IHSG Rabu pagi dibuka jatuh 22,65 poin

Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) dalam pembicaraan terakhirnya menyebutkan bahwa ada harapan vaksin COVID-19 akan tercipta di akhir 2020, meski demikian belum diisyaratkan vaksin mana yang akan lulus uji klinis dari sembilan calon vaksin unggul.

Dari bursa global, bursa AS semalam ditutup melemah. Pelemahan bursa AS lantaran adanya keputusan dari Presiden Donald Trump untuk menghentikan negosiasi stimulus dengan pihak Partai Demokrat.

Negosiasi baru akan dilanjutkan setelah pemilu presiden selesai dilaksanakan pada bulan November mendatang. Padahal, sebelumnya The Fed sudah mengatakan bantuan stimulus fiskal akan membantu pemulihan ekonomi AS.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei melemah 73,25 poin atau 0,31 persen ke 23.360,48, Indeks Hang Seng naik 54,12 poin atau 0,23 persen ke 23.034,77, dan Indeks Straits Times melemah 0,19 atau 0,01 ke 2.529,07.

Baca juga: Rupiah Rabu pagi menguat 10 poin


 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

IHSG menguat ikuti naiknya bursa dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar