Artikel

UMKM andalkan platform digital untuk bertahan di saat pandemi

Oleh Natisha Andarningtyas

UMKM andalkan platform digital untuk bertahan di saat pandemi

Ilustrasi - Seorang pekerja sedang bekerja dari rumah. ANTARA/Pixabay.

Jakarta (ANTARA) - Pandemi virus corona yang terjadi di Indonesia selama setengah tahun belakangan ini mau tidak mau berdampak cukup keras bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Saya merasakan banget," kata CEO Men's Republic, Yasa Singgih, ketika ditanya soal penurunan daya beli masyarakat, saat acara virtual bersama Facebook Indonesia, Selasa (6/10).

Men's Republic, sejak lima tahun belakangan fokus menjual produk fesyen untuk laki-laki, tepatnya sepatu. Pelanggan mereka rata-rata berusia 18 hingga 24 tahun, dan tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Baca juga: Kominfo luncurkan situs basis data UMKM Indonesia

Baca juga: Kominfo siapkan tiga program dukung UMKM selama pandemi


Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan kegiatan belajar dan bekerja dari rumah memukul penjualan mereka, meski pun Yasa tidak menyebutkan secara gamblang berapa besar penurunan yang mereka alami.

"Mereka mahasiswa, enggak kuliah, jadi, enggak beli sepatu lagi," kata Yasa.

Sementara itu, Lizzie Parra, pendiri merek kecantikan BLP Beauty, mengiyakan kondisi serupa, apalagi ia menyadari riasan atau make-up bukan menjadi kebutuhan utama.

"Semua pebisnis mirip, ya, kami, juga mengalami penurunan," kata Lizzie, pada acara yang sama.

Lizzie juga tidak menyampaikan seberapa besar penurunan penjualan yang ia alami karena situasi ekonomi yang sedang sulit ini, namun, sebagai gambaran, dia harus menutup enam tokonya karena PSBB.

"Toko tutup, berdampak sangat signifikan," kata Lizzie.

Dia memaklumi orang-orang saat ini harus mengatur prioritas kebutuhan, termasuk untuk membeli make-up.

"Mereka bukannya enggak butuh, tapi, (harus membuat) prioritas. Make-up ini termasuk tersier," kata Lizzie.

Yasa mengilustrasikan penurunan penjualan yang dialami Men's Republic melalui dua momen yang biasanya membantu mendongkrak penjualan mereka, yaitu Lebaran dan masuk sekolah.

"Dari kedua momen itu, penjualan turun drastis dibandingkan tahun lalu," kata Yasa.

Yasa masih menantikan momen lainnya untuk mendongkrak penjualan, Natal dan Tahun Baru, meski pun dia belum punya gambaran seperti apa situasi ekonomi nanti.



Baca juga: Kominfo luncurkan kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Baca juga: Luhut minta BPOM sederhanakan proses pencantuman logo produk Indonesia

Baca juga: Pemerintah luncurkan gerakan nasional belanja pengadaan untuk UMKM

 

Oleh Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Cara daftar jadi mitra pemerintah di Kartu Prakerja

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar