Saham Tokyo cenderung datar, ketidakpastian stimulus AS rusak sentimen

Saham Tokyo cenderung datar, ketidakpastian stimulus AS rusak sentimen

Sejumlah orang berjalan melewati papan elektronik yang menunjukkan rata-rata saham Nikkei Jepang di Tokyo, Jepang. ANTARA/REUTERS/Toru Hanai/am.

Tokyo (ANTARA) - Saham-saham Tokyo berakhir cenderung datar pada perdagangan Rabu, karena kekhawatiran tentang kecepatan pemulihan global dari pandemi muncul kembali setelah Presiden AS Donald Trump menghentikan pembicaraan untuk paket stimulus tambahan hingga usai pemilihan presiden.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, turun moderat 10,91 poin atau 0,05 persen, dari penutupan Selasa (6/10/2020), menjadi mengakhiri perdagangan di 23.422,82 poin. Indeks Nikkei 225 terangkat 121,59 poin atau 0,52 persen menjadi 23.433,73 poin pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo naik tipis 0,04 poin menjadi berakhir pada 1.646,47 poin. Indeks Topix bertambah 8,50 poin atau 0,52 persen menjadi 1.645,75 poin pada akhir perdagangan Selasa (6/10/2020).

Saham-saham perusahaan yang berhubungan dengan farmasi serta pertanian dan perikanan memimpin penurunan yang signifikan, sementara saham-saham transportasi laut, serta besi dan baja merupakan yang paling diuntungkan pada penutupan perdagangan.

Baca juga: Saham Tokyo dibuka merosot, setelah Trump hentikan pembahasan stimulus
Baca juga: Saham Tokyo ditutup lebih tinggi setelah Trump tinggalkan rumah sakit
Baca juga: Saham Tokyo ditutup jatuh, setelah Trump dinyatakan positif COVID-19

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar