BPBD : Penanganan bencana alam Cianjur selatan sudah 70 persen

BPBD  : Penanganan bencana alam Cianjur selatan sudah 70 persen

BPBD Cianjur, Jawa Barat, fokus membuka kembali akses jalan yang terputus akibat longsor yang menghubungkan tiga kecamatan Cijati. Leles dan Agrabinta dengan mengunakan empat alat berat bantuan Provinsi dan Dinas PUPR Cianjur (Ahmad Fikri)

membuka kembali akses jalan
Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, mencatat penanganan bencana di tiga kecamatan Cijati, Leles dan Agrabinta sudah mencapai 70 persen, sedangkan sisanya proses perbaikan terus dilakukan, terutama akses jalan yang tertutup longsor.

Kasi Darurat Logistik BPBD Cianjur, Tubagus di Cianjur, Kamis, mengatakan penanganan banjir di 15 desa di dua kecamatan, Leles dan Agrabinta telah tuntas dilakukan tim gabungan yang terdiri dari BPBD Cianjur, SAR Bandung, TNI/Polri, Retana, PMI dan ormas dari luar kecamatan. Sehingga pihaknya saat ini fokus membuka jalan yang tertutup longsor dengan ketinggian beragam di tiga kecamatan.

"Saat ini tim gabungan fokus membuka jalan yang masih tertutup longsor penghubung tiga kecamatan, Cijati, Leles dan Agrabinta. Untuk membuka kembali akses jalan, dibantu empat alat berat dan empat dum truk untuk menyingkirkan material longsor," katanya.

Ia menjelaskan empat alat berat bantuan dari dinas PUPR Cianjur dan Provinsi Jawa Barat, saat ini fokus membuka jalan utama yang menghubungkan wilayah terujung di selatan Cianjur yang berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi itu, agar dapat dilalui kendaraan secara normal, meski hingga saat ini, baru sebagian kecil yang sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.

Baca juga: BPBD Cianjur berkoordinasi buka akses jalan

Baca juga: BPBD dirikan tenda darurat untuk 150 KK pengungsi


Banjir bandang terjadi pada Jumat (2/10) malam, sekitar pukul 22.00 WIB di tiga kecamatan di Kecamatan Cijati, Leleas dan Agrabina yang bersumber dari luapan air Sungai Cisokan akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa jam menjadi penyebab banjir tersebut.

Pihaknya mendorong agar proses evakuasi material longsoran dapat segera dituntaskan dengan menfokuskan tim gabungan membantu menggunakan alat manual untuk menebang pohon yang tumbang akibat longsor dan menutup landasan jalan. Targetnya, ungkap dia, dalam dua hari ke depan wilayah yang sempat terisolir sudah terbuka, sehingga akses untuk menyalurkan bantuan dapat berjalan.

"Ketinggian yang beragam ditambah material batu dan pohon besar yang terbawa longsor, menyulitkan alat berat, sehingga tim gabungan membantu menebang dan menyingkirkan batang dan ranting pohon, agar proses evakuasi dapat berjalan sesuai rencana," katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini, logistik untuk membantu meringankan beban warga sudah sampai ke masing-masing wilayah yang terdampak banjir dan longsor di tiga kecamatan, termasuk ke desa yang sempat terisolir di Kecamatan Leles. Pihaknya pun mencatat bantuan dari berbagai kalangan terus mengalir ke wilayah tersebut, sehingga dapat meringankan beban warga.

"Harapan kami warga tetap waspada dan segera mengungsi jika hujan kembali turun deras dengan intensitas tinggi dan lama. Kami juga mengimbau warga di sebagian besar wilayah Cianjur, untuk melakukan hal yang sama karena sebagian besar wilayah Cianjur masuk dalam zona merah bencana," katanya.

Baca juga: BPBD Cianjur masih berupaya membuka jalan tertutup longsor

Baca juga: BPBD terkendala minimnya alat berat buka akses jalan tertutup longsor

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar