Pertempuran Nagorno-Karabakh terus terjadi jelang perundingan Rusia

Pertempuran Nagorno-Karabakh terus terjadi jelang perundingan Rusia

Seorang perempuan berjalan melewati sebuah rumah rusak akibat penembakan meriam yang terjadi baru-baru ini dalam konflik militer atas daerah yang memisahkan diri Nagorno-Karabakh, di kota Ganja, Azerbaijan, Selasa (6/10/2020). REUTERS/Aziz Karimov/aww/cfo (REUTERS/AZIZ KARIMOV)

Baku/Yerevan (ANTARA) - Pertempuran antara pasukan Azerbaijan dan etnis Armenia di Nagorno-Karabakh kembali pecah pada Jumat, seiring dengan persiapan pembicaraan menteri luar negeri kedua belah pihak yang difasilitasi oleh Rusia.

Kementerian Pertahanan Azerbaijan menyebut bahwa terjadi bentrokan sengit dengan pasukan etnis Armenia sepanjang malam kemarin. Namun belum ada detail mengenai pertempuran terbaru itu.

Kantor Berita RIA, mengutip Kementerian Luar Negeri Rusia, menulis bahwa Azerbaijan dan Armenia telah menerima tawaran pembicaraan bersama setelah Pemerintah Rusia mengundang keduanya datang ke Moskow.

"Pemerintah Azerbaijan dan Armenia telah mengonfirmasi keikutsertaan mereka dalam pembicaraan di Moskow. Persiapan secara aktif tengah dilakukan," kata Juru Bicara Kementerian, Maria Zakharova.

Baca juga: Putin undang menlu Azerbaijan, Armenia untuk pembicaraan damai

Baca juga: Sekjen PBB sangat prihatin atas konflik Nagorno-Karabakh


Jika kedua menteri luar negeri pihak berkonflik itu bertemu, maka akan menjadi kontak langsung pertama kali antara kedua negara eks Uni Soviet tersebut sejak dimulainya pertempuran senjata pada 27 September lalu.

Hingga saat ini, lebih dari 400 orang tewas dalam pertempuran di dalam dan di sekitar Nagorno-Karabakh, area kantong pegunungan yang secara hukum internasional dimiliki oleh Azerbaijan, namun ditinggali dan diperintah oleh etnis Armenia.

Pertempuran masih terus berlanjut, kendati telah ada seruan perdamaian yang disampaikan bersama oleh Amerika Serikat, Prancis, dan Rusia.

Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov pada Kamis (8/10) setuju untuk menghadiri pertemuan bersama tiga kekuatan dunia itu di Jenewa, Swiss. Namun belum ada keterangan lebih lanjut mengenai pertemuan tersebut.

Sementara Menteri Luar Negeri Armenia Zohrab Mnatsakanyan tidak menghadiri pertemuan di Jenewa, tetapi dijadwalkan bertemu para pejabat Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat di Moskow pada Senin (12/10).

Sumber: Reuters

Baca juga: PM Armenia bersikukuh mempertahankan pendudukan Karabakh

Baca juga: Armenia, Azerbaijan saling tuding serang kawasan sipil

Baca juga: Iran khawatir konflik Azerbaijan-Armenia dapat picu perang regional

Penerjemah: Suwanti
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dubes RI untuk Azerbaijan puji produk UMKM asal Malang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar