Positif COVID-19 di Mimika dekati 2.000 orang

Positif COVID-19 di Mimika dekati 2.000 orang

Prajurit TNI Babinsa Serda Muhanto memasangkan masker kepada warga di pasar Utikini SP13 Distrik Kuasa Kencana Kabupaten Mimika untuk mencegah penularan COVID-19. ANTARA/HO-Pendam XVII/Cenderawasih/aa.

Timika (ANTARA) - Pasien terpapar COVID-19 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua secara kumulatif hingga Sabtu mendekati 2.000 atau mencapai 1.977 orang.

Berdasarkan data Posko Kesehatan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Mimika, per hari ini terdapat penambahan 35 kasus baru terkonfirmasi positif.

Temuan kasus positif terbanyak berasal dari Distrik Mimika Baru sebanyak 16 kasus, diikuti Distrik Kuala Kencana delapan kasus, Distrik Tembagapura lima kasus, Distrik Wania empat kasus dan Distrik Iwaka serta Kwamki Narama masing-masing satu kasus.

Baca juga: Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di NTT bertambah tujuh

Namun kabar menggembirakannya, sebanyak 84 pasien dinyatakan sembuh atau selesai dari masa isolasi.

Pasien sembuh terbanyak berasal dari Distrik Mimika Baru sebanyak 49 orang, diikuti Distrik Mimika Timur Jauh 12 orangg, Distrik Kuala Kencana 11 orangg, Distrik Wania delapan orang dan Distrik Tembagapura empat orangg.

"Total pasien sembuh dari kasus COVID-19 di Kabupaten Mimika sampai saat ini tercatat sebanyak 1.352 orang, sementara kasus aktifnya sebanyak 603 dan kasus kematian sebanyak 21," kata Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra.

Reynold menyebut masih tingginya angka penularan COVID-19 di Mimika lantaran masih banyak warga setempat tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan terutama dalam hal menggunakan masker, mencuci tangan pada air mengalir serta menjaga jarak alias masih sering berkerumun.

Kondisi itu juga diperparah dengan adanya stigma kurang percaya terhadap adanya wabah pandemi COVID-19.

Baca juga: Kontak erat positif COVID-19, ASN Belitung Timur diisolasi di kantor

"Masih banyak orang di Mimika sampai sekarang tidak percaya bahwa pandemi COVID-19 itu benar-benar ada. Ada orang yang punya anggapan bahwa COVID-19 cuma penyakit dari orang pada suku-suku tertentu. Faktanya, siapa pun dia, kalau tidak mematuhi protokol kesehatan pasti akan sangat mudah terinfeksi COVID-19," kata Reynold.

Ia meminta masyarakat Mimika tidak terjebak pada pemikiran negatif atau kurang percaya dengan adanya pandemi COVID-19 yang akhirnya membuat upaya pemerintah untuk terus mengampanyekan pentingnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan akhirnya menjadi sia-sia belaka.

"Ingat ada belasan kasus kematian dan dua pekan terakhir di Mimika menunjukkan bahwa betapa cepatnya COVID-19 menjadi mesin pembunuh saat ini di Mimika. Kalau masyarakat masih juga tidak percaya, tentu korban akan terus berjatuhan dan orang yang terpapar akan semakin banyak," kata Reynold.

Guna menekan laju penularan COVID-19 di wilayah itu, Pemkab Mimika telah menginstruksikan seluruh penyedia jasa dan pengelola ruang publik seperti gedung pertemuan, hotel, perkantoran pemerintah maupun swasta agar wajib membentuk Pokja COVID-19 di lingkungan kerja masing-masing.

Baca juga: Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Kota Madiun capai 86,62 persen
Baca juga: Pasien RSD Wisma Atlet sembuh COVID-19 18.766 orang
Baca juga: Lima pasien terkonfirmasi COVID-19 di Kulon Progo dinyatakan sembuh

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Juru bicara vaksinasi: Risiko terkena COVID-19 hanya 30% setelah divaksin

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar