Pengelola pasien COVID-19 di TMII cegah penularan ke wisatawan

Pengelola pasien COVID-19 di TMII cegah penularan ke wisatawan

Gedung Graha Wisata TMII di lingkungan TMII, Cipayung, Jakarta Timur. (ANTARA/HO-Humas Graha Wisata TMII)

Saat ini belum terisi sebab Graha Wisata ini bukan fasilitas rujukan utama
Jakarta (ANTARA) - Pengelola fasilitas isolasi pasien COVID-19 di Gedung Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur,  berusaha mencegah potensi penularan COVID-19 kepada wisatawan di tempat itu seiring dibukanya operasional kawasan, Senin pagi.

"Graha Wisata ini berjarak sekitar 100 meter dengan wahana terdekat di TMII yakni Snowbay Waterpark sehingga butuh antisipasi bagi wisatawan, jangan sampai mereka mendekat," kata Kepala Unit Pelaksana Anjungan dan Graha Wisata Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Yayang Kustiawan, di Jakarta, Senin.

Yayang mengatakan Graha Wisata telah resmi beroperasi melayani pasien COVID-19 berstatus orang tanpa gejala sejak Sabtu (10/10).

Namun dalam dua hari sejak layanan dibuka, kata Yayang, gedung isolasi berkapasitas tampung 102 pasien itu belum memperoleh pasien rujukan dari Dinas Kesehatan DKI.

"Saat ini belum terisi sebab Graha Wisata ini bukan fasilitas rujukan utama. Yang utama adalah Wisma Atlet Kemayoran serta hotel-hotel yang disewa pemerintah. Kalau di sana penuh, baru masuk ke kita (Graha Wisata)," katanya.

Saat ini pasien isolasi masih diarahkan otoritas terkait untuk mengisi ruangan di tower 4, tower 5, tower 8 Wisma Atlet Kemayoran.

Namun sejak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengizinkan kawasan wisata di di Jakarta beroperasi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, kawasan wisata TMII kembali dibuka untuk umum mulai pagi ini.

Yayang mengatakan upaya antisipasi penularan COVID-19 pun diintensifkan dengan memasang sejumlah spanduk imbauan agar pengunjung menjaga jarak aman dari Gedung Graha Wisata.

"Spanduk-spanduk sudah kita pasang yang isinya pesan agar pengunjung menjaga jarak aman," katanya.

Yayang menyebutkan kehadiran fasilitas isolasi pasien COVID-19 telah memperoleh izin dari pengelola TMII, sehingga proses sterilisasi Graha Wisata pun turut melibatkan tim keamanan setempat.

"Kita juga menyiagakan petugas keamanan selain dari TMII, ada juga dari Satpol PP, TNI dan Polri," katanya.

Yayang mengatakan sebanyak 40 kamar isolasi pasien berada di bagian pojok kawasan TMII sejajar dengan Snowbay Waterpark.

Pengelola melarang kehadiran keluarga ataupun penjenguk selama pasien menjalani isolasi. Selain itu pasien juga dilarang berkeliaran di luar Graha Wisata.

Secara terpisah, Kepala Bagian Humas TMII, Sahda Silalahi, mengatakan sejumlah wisatawan mulai mendatangi TMII meski wahana belum seluruhnya dibuka.

"Hari ini belum semuanya buka, bioskop baru buka minggu depan, kolam renang juga belum buka. Jadi yang buka itu anjungan-anjungan sama museum," katanya.

Sahda mengatakan TMII patuh pada peraturan pemerintah dan mempersiapkan seluruh fasilitas agar layak dikunjungi selama pandemi.

Beberapa protokol kesehatan yang diterapkan di antaranya larangan bagi pengunjung di bawah usia 6 tahun dan di atas 60 tahun, kapasitas tampung maksimal 25 persen, kewajiban menjaga jarak, penyemprotan disinfektan pada wisatawan dan kendaraan pengunjung, hingga penyediaan fasilitas cuci tangan, cek suhu tubuh dan sebagainya.

Khusus untuk fasilitas kolam renang menjadi perhatian khusus pengelola, karena berdekatan dengan gedung isolasi pasien COVID-19.

Baca juga: Pegawai Graha Wisata TMII gelar simulasi pelayanan pasien COVID-19
Baca juga: Pegawai Graha Wisata TMII dibekali keterampilan layani pasien COVID-19

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jelang pembukaan, 115 wahana TMII disemprot disinfektan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar