Kementerian PUPR paparkan pencapaian Program Padat Karya Tunai

Kementerian PUPR paparkan pencapaian Program Padat Karya Tunai

Padat karya Sanimas di Sulawesi Tenggara. Dokumentasi Kementerian PUPR

Program Padat Karya Tunai juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa maupun pelosok
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  menyebut penyerapan tenaga kerja Program Padat Karya Tunai (PKT) Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) mencapai 100 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menekankan Program Padat Karya Tunai dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. Tujuan utama Program Padat Karya Tunai adalah untuk mempertahankan daya beli masyarakat di pedesaan atau mendistribusikan uang pembangunan ke desa-desa.

“Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, Program Padat Karya Tunai juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa maupun pelosok," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Baca juga: Menteri Desa imbau sisa dana desa digunakan program padat karya tunai

Baca juga: PUPR: Padat karya tunai serap 402,449 tenaga kerja hingga Agustus


Pada Tahun Anggaran 2020 Pamsimas dilaksanakan di 4.806 lokasi dengan total anggaran sebesar Rp1,16 triliun. Tercatat hingga 27 September 2020, penyerapan tenaga kerja Pamsimas telah memenuhi target 48.060 orang atau tercapai 100 persen.

Pamsimas dilaksanakan dengan menyediakan akses air minum aman melalui uji kualitas air, penyediaan sanitasi untuk mencegah buang air besar sembarangan dan perubahan perilaku dengan mengadopsi gaya hidup bersih sehat seperti gerakan cuci tangan pakai sabun.

Capaian 100 persen dari target penyerapan tenaga kerja juga direalisasikan melalui Program Sanimas sebanyak 15.705 orang. Kegiatan padat karya ini di antaranya berupa pembangunan MCK, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kombinasi dengan MCK dan Sambungan Rumah (SR). Pada Tahun Anggaran 2020, Sanimas menjangkau 1.046 lokasi dengan anggaran Rp395,91 miliar.

Salah satu daerah yang mendapat layanan program Pamsimas dan Sanimas adalah Provinsi Papua dengan total tenaga kerja yang telah terserap sebanyak 2.121 orang.

Baca juga: Mendes : Padat Karya Tunai Desa bakal serap 7,05 juta tenaga kerja

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkab Temanggung wujudkan rumah layak huni bagi warga lewat Rowali

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar