Pemkot Jakut libatkan Dasa Wisma sosialisasi penggunaan masker

Pemkot Jakut libatkan Dasa Wisma sosialisasi penggunaan masker

Kegiatan pemeriksaan suhu tubuh di wilayah Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, yang merupakan Program Dasa Wisma 10 Rumah Aman yang digagas Kantor Staf Presiden (KSP). (KSP)

Penggunaan masker yang tidak benar tetap bisa menularkan virus
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Utara melibatkan kader Dasa Wisma untuk menyosialisasikan perilaku penggunaan masker bagi warga di wilayahnya.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim menyatakan pelibatan kader Dasa Wisma di kawasan pesisir itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19.

Baca juga: Pelanggaran penggunaan masker menurun selama PSBB di Jakarta

"Jangan gunakan masker hanya sekedar formalitas atau takut dikenakan sanksi yang ada dalam peraturan, tapi harus dipahami bahwa masker itu menjadi salah satu alat pelindung diri," kata Ali di Jakarta, Senin.

Dasa Wisma  merupakan  kelompok ibu rumah tangga biasanya terdiri dari 10 keluarga dalam suatu lingkungan yang dibentuk untuk menjalankan program pemerintah.

Sebanyak 40 kader dasawisma dari empat kelurahan mengikuti sosialisasi perilaku penggunaan masker secara daring. Empat kelurahan itu yakni Penjaringan, Tanjung Priok, Kalibaru dan Semper Timur yang menggambarkan karakteristik masyarakat di Jakarta Utara sebagai masyarakat pesisir.

Baca juga: Kepatuhan penggunaan masker di Jakarta belum penuhi standar minimum

"Semoga para kader Dasa Wisma Jakarta Utara dapat berperan maksimal dalam mengajak warga di lingkungannya masing-masing," harap Ali.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati menyatakan perilaku penggunaan masker merupakan bagian dalam adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi COVID-19.

Yudi menjelaskan badan kesehatan dunia menyebutkan bahwa penggunaan masker dan jaga jarak dapat mengurangi risiko penularan COVID-19 hingga 85 persen.

"Penggunaan masker yang tidak benar tetap bisa menularkan virus," ujar Yudi.

Baca juga: Perajin batik difabel di Jakarta Selatan kini memproduksi masker

Kata dia, cara menggunakan masker non medis yang benar dan aman diantaranya cuci tangan sebelum menyentuh masker, periksa permukaan masker pastikan tidak rusak atau kotor, sesuaikan posisi masker pada wajah sehingga tidak ada celah di bagian samping.

Kemudian masker harus menutup mulut, hidung, dan dagu, hindari menyentuh masker saat dipakai, bersihkan tangan sebelum melepas masker, cuci masker dengan sabun atau detergen dan sebagainya.

"Pandemi COVID-19 belum berakhir oleh karena itu terapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas," harap Yudi.
#satgascovid19
#ingatpesanibupakaimasker

Pewarta: Fauzi
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

169 pedagang Pasar Bambu Kuning jalani tes COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar