Bekasi (ANTARA News) - Sebanyak 485 kolektor tanaman hias se-Indonesia mengikuti Kontes Nasional Adenium yang diadakan oleh Perhimpunan Pencinta Adenium Bekasi (PPAB) di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Dalam kontes yang digelar sejak tanggal 13 hingga 14 Maret kemarin, peserta dari pulau Bali berhasil meraih juara umum dengan membawa pulang piala Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohammad," ujar Ketua PPAB, Irfahrudin, kepada ANTARA, di Bekasi, Senin.

Menurut Fahrudun, `event` yang baru pertama kalinya diadakan di Bekasi itu merupakan rangkaian dari peringatan HUT Kota Bekasi ke-13 yang jatuh pada tanggal 10 Maret 2010. "Pesertanya bukan hanya datang dari Bekasi, tapi juga dari berbagai daerah di Jawa, Bali sampai Sumatra," katanya.

Para peserta, kata dia, diharuskan mengirim sedikitnya 3 jenis koleksi tanaman Adenium untuk diseleksi oleh panitia. Ada 15 kategori yang dilombakan, di antaranya adalah jenis `total performent`, `free style`, `thai soco`, bonggol emas, dan `RCN A/B`.

"Untuk mendapatkan penilaian objektif, panitia sengaja menghadirkan lima juri tingkat nasional dari luar Bekasi. Tiga di antaranya, berasal dari Jakarta, satu orang dari Solo, dan satu orang Juri rekap nilai dari Semarang," katanya.

Menurut Fahrudin, penilaian lomba tetap mengacu pada standar khusus. Di antaranya, kategori pandangan pertama, penataan, perantingan, percabangan dan pengakaran. "Kelima kategori itu memiliki nilai A, B, dan C dari masing-masing juri," katanya.

Kegiatan itu juga mengundang ketertarikan masyarakat setempat mengingat tanaman jenis adenium sangat mudah dibentuk dan tidak membutuhkan waktu lama dan perawatan mudah. Dalam satu tahun, sebuah pohon adenium sudah terbentuk.

"Untuk membentuknya mudah. Selain itu perawatannya gampang sehingga sangat digemari oleh masyarakat," ujarnya.

Para peserta yang ikut dalam kontes ini, kata dia, mayoritas tidak berorientasi pada hadiah, namun mengejar gengsi di kalangan pencinta tanaman tersebut.

"Mereka butuh pengakuan bahwa adenium yang mereka miliki layak untuk mendapat penghargaan," katanya.

Proses penilaian diukur berdasarkan banyaknya bendera yang dipasang penonton di sekitar tanaman sebagai penanda juara. Selain itu, penilaian juga dilakukan oleh dewan juri. "Sehingga penilaian benar-benar dilakukan secara objektif dengan melibatkan pengunjung," ujar Fahrudin.

Piala bergilir Wali Kota jatuh pada Adenium jenis RCN B dengan ukuran di atas 60 centimeter, milik Hidayat dengan mengantongi skor paling banyak dibandingkan dengan peserta lainnya.

"Saya benar-benar tidak menyangka tanaman saya menjadi juara. Sebab, masih ada luka di salah satu batang pohonnya. Saya sudah dua tahun membentuknya," kata Hidayat yang membawa delapan koleksi tanaman Adeniumnya ke Bekasi.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad berharap kegiatan itu dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat Bekasi kepada tanaman, sehingga di setiap rumah terdapat tanaman hias.

"Pemkot sedang gencar menyosialisasikan gerakan penghijauan. Mudah-mudahan `event` ini dapat merangsang minat masyarakat untuk gemar mengoleksi tanaman di rumah," ujar Mochtar. (AFR/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010