Diskominfo NTT prioritaskan pembenahan akses internet di perbatasan

Diskominfo NTT prioritaskan pembenahan akses internet di perbatasan

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (kanan) berbincang dengan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Anang Achmad Latif (kedua kiri), Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi (ketiga kiri) dan Bupati Manggarai Barat Agustinus C. Dula (kiri) saat meninjau lokasi hotspot superwifi di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (24/9/2020). Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui BAKTI telah membangun 23 tower sinyal superwifi di kawasan yang tidak tersedia stasiun pemancar atau tower Base Transceiver Station (BTS) guna menunjang layanan pemerintah desa, kesehatan dan pendidikan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp.

prioritas untuk pembenahan akses internet terutama di titik-titik pelayanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor desa, dan kantor camat
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Abraham Maulaka, mengatakan pembenahan akses internet di wilayah perbatasan negara Indonesia-Timor Leste menjadi prioritas pemerintah untuk mengatasi kesulitan masyarakat mengakses informasi dan komunikasi.

"Kawasan perbatasan daerah perbatasan jadi prioritas untuk pembenahan akses internet terutama di titik-titik pelayanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor desa, dan kantor camat," katanya ketika dihubungi di Kupang, Selasa.

Ia menjelaskan salah satu wilayah perbatasan yang menjadi prioritas pembenahan akses internet yakni di Kabupaten Belu yang telah mengusulkan pemasangan sekitar 60-an titik layanan internet pada 2020 ini.

Usulan tersebut sudah diajukan ke Kementerian Komunikasi dan Informasi melalui Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Informasi (BAKTI) dan telah dilakukan verifikasi di lapangan, katanya.
Baca juga: Kemenhan bangun Universitas Pertahanan di perbatasan RI-Timor Leste
Baca juga: PLN layani listrik premium pertama di perbatasan NTT


"Jadi sekarang tinggal menunggu pelaksanaan dari pihak kementerian. Pemerintah daerah juga diharapkan menyiapkan aspek pendukung seperti listrik, laptop/PC, tenaga admin, dan sebagainya," katanya.

Abraham Maulaka menjelaskan, selain pemasangan internet, Kabupaten Belu juga mengusulkan untuk peningkatan kualitas sebanyak empat unit base trasnceiver station (BTS) dari 2G menjadi 4G.

Ia mengatakan, pembangunan akses internet di wilayah perbatasan menjadi prioritas pemerintah agar masyarakat di wilayah perbatasan tidak tergantung dengan negara tetangga.

Untuk itu, ia mengaku optimistis usulan pembangunan yang diajukan pemerintah daerah menjadi prioritas untuk direalisasikan pihak kementerian terkait.

"Kalau yang bangun dari Kemenkominfo melalui BAKTI itu kan orientasinya pelayanan publik jadi mau bagaimana pun juga tetap akan dibangun. Tinggal kita menunggu waktu pelaksanaannya," katanya.
Baca juga: Pertamina pastikan pasokan BBM ke perbatasan sesuai arahan pemerintah

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menpora dukung NTB dan NTT menjadi tuan rumah PON 2028

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar