Kasus suspek COVID-19 di Babel bertambah 61 jadi 1.877 orang

Kasus suspek COVID-19 di Babel bertambah 61 jadi 1.877 orang

Pemprov Kepulauan Babel gencarkan razia masker (ANTARA/Aprionis)

jumlah ruang isolasi di asrama haji masih tersisa empat ruangan
Pangkalpinang (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan jumlah total kasus suspek virus corona pada Selasa (13/10) malam mencapai 1.877 orang atau bertambah 61 orang dibandingkan hari sebelumnya.

"Dalam sepekan terakhir ini, kasus suspek terus meningkat yang didominasi dari klaster perkantoran, rumah tangga dan orang yang melakukan perjalanan ke luar daerah," kata Sekretaris Satgas COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel, Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan berdasarkan data terbaru, jumlah orang dalam pemantauan yang kontak erat dengan pasien COVID-19 pada Selasa (13/10) malam sudah mencapai 4.987 orang atau bertambah 55 orang dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu, jumlah kumulatif masyarakat terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 475 orang atau bertambah satu orang dibandingkan jumlah kasus Senin (12/10), pasien sembuh dari COVID-19 376 orang atau bertambah 13 orang dan meninggal dunia sebanyak enam pasien.

"Kita terus berupaya menekan kasus COVID-19, melalui menggencarkan operasi yustisi, sosialisasi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan prilaku hidup bersih serta sehat kepada masyarakat," katanya.

Baca juga: Transmisi lokal cepat, Bangka Tengah bendung penyebaran COVID-19

Baca juga: Ruang isolasi pasien COVID-19 di Wisma BKPSDM Babel penuh


Sementara itu, pasien COVID-19 yang diisolasi di Wisma BKPSDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 30 orang pasien dan asrama haji sebanyak 47 orang pasien terpapar virus berbahaya ini.

"Saat ini jumlah ruang isolasi di asrama haji masih tersisa empat ruangan dan Wisma BKPSDM Babel tersisa 70 ruangan," katanya.

Menurut dia pemicu meningkatnya kasus suspek ini, karena kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan masih rendah sehingga diperlukan edukasi dan tindakan tegas kepada pelanggar protokol kesehatan COVID-19 ini.

"Saat ini masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker, menjaga jarak di pusat-pusat keramaian, sehingga menjadi salah satu pemicu penambahan kasus virus berbahaya ini," katanya. 

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Babel bertambah 23, jadi 356 orang

Baca juga: Satgas COVID-19 Bangka Belitung karantina 26 pegawai Labkesda

Pewarta: Aprionis
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tenda darurat tampung terduga COVID-19 di Temanggung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar