Baru melahirkan? Jangan dulu berdiet

Baru melahirkan? Jangan dulu berdiet

Ilustrasi ibu dan anak (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Perempuan yang baru melahirkan sebaiknya menunggu beberapa bulan sebelum memutuskan untuk menerapkan diet untuk menurunkan berat badan.

"Kalau baru sebulan melahirkan, konsentrasi untuk mencukupi kebutuhan ASI dulu. Kalau bisa menyusui secara eksklusif, berat badan akan ikut turun," kata dokter spesialis gizi klinik dari RS Pondok Indah - Pondok Indah Juwalita Surapsari dalam webinar "Weight Loss Diet: Mana yang Terbaik?", Rabu.

Salah satu kuncinya adalah mengonsumsi makanan bergizi dan mengurangi asupan yang kurang baik, seperti makanan dan minuman dengan perisa manis tambahan yang tinggi kalori.

Makan tiga kali sehari ditambah dua atau tiga kali hidangan selingan sah-sah saja, apalagi perempuan yang sedang menyusui biasanya memang cepat merasa lapar.

Tapi sebaiknya Anda memilih camilan dengan densitas kalori yang rendah, seperti sayur dan buah, jika ingin ASI lancar dan berat badan turun.

Baca juga: Diet mandiri di rumah, begini cara atur porsi makanan di piring saji

Baca juga: Diet ini sebaiknya dilakukan sebentar saja


Saat pasokan ASI untuk buah hati sudah stabil, misalnya pada bulan ketiga atau keempat, Anda diperbolehkan untuk menerapkan aturan pola makan untuk menurunkan berat badan.

Dia menyarankan untuk memilih diet seimbang, di mana semua nutrisi tercukupi. Coba ganti karbohidrat yang tinggi serat, seperti umbi-umbian. Carilah sumber protein yang rendah lemak, misalnya telur, daging ayam tanpa kulit juga ikan. Kombinasikan protein hewani dengan protein nabati.

Untuk camilan, cari makanan yang kaya nutrisi agar Anda kenyang tapi tetap sehat.

Baca juga: Empat tantangan turunkan berat badan selama bekerja dari rumah

Baca juga: Enyahkan kena sakit jantung saat muda, jauhi rokok hingga diet sehat

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Benarkah puasa intermiten metode diet paling efektif?

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar