Liga 2 Indonesia

Persijap Jepara berharap ada kepastian kompetisi Liga 2

Persijap Jepara berharap ada kepastian kompetisi Liga 2

Presiden Persijap M. Iqbal Hidayat berbincang dengan jajaran Pelatih Persijap Jepara. (ANTARA/HO-Humas Persijap Jepara)

Jepara (ANTARA) - Tim Persijap Jepara berharap ada kepastian jadwal kompetisi Liga 2 karena bisa berdampak terhadap pada ekosistem sepak bola Indonesia pada musim ini serta semua pihak yang mencari nafkah di bidang olahraga tersebut.

"Pada rapat manajer Liga 1 dan Liga 2 yang digelar PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI mengisyaratkan kompetisi dilanjutkan. Namun dari kesepakatan dan keinginan untuk melanjutkan kompetisi musim 2020 mengalami kendala karena Polri belum memberikan izin untuk kompetisi 2020," kata Presiden Persijap M. Iqbal Hidayat di Jepara, Jawa Tengah, Rabu.

Sebagai peserta Liga 2, kata dia, sangat disayangkan belum ada keselarasan antara PSSI dan Polri dalam hal izin penyelenggaraan kompetisi.

Baca juga: Pemain Persijap Jepara diliburkan menyusul ditundanya kompetisi Liga 2

Hal itu, kata dia, bisa diketahui dari rapat PSSI dan LIB di Yogyakarta pada Selasa (13/10), yang disebutkan bahwa belum keluar izin Polri baik untuk kompetisi liga 1 maupun liga 2 di bulan November 2020.

"Kami memang menginginkan adanya kepastian terkait keberlangsungan kompetisi sepak bola di Indonesia," ujarnya.

Untuk itu, dia berharap, PSSI, PT LIB dan Polri dapat mencapai kesepakatan dan kepastian apakah kompetisi dilanjutkan atau tidak.

Baca juga: LIB pastikan tiada opsi hentikan kompetisi sepak bola nasional

Ia mengaku membutuhkan kepastian karena pengurus klub sepak bola di Indonesia akan menghadapi sejumlah permasalahan, terutama terkait tanggung jawab terhadap sponsor serta pemain untuk memenuhi kewajiban mereka.

"Jadi ini menjadi iklim yang tidak kondusif. Kami hanya meminta dapat diputuskan apakah kompetisi musim ini dilanjutkan atau tidak. Jika tidak kondusif lebih baik ditiadakan," ujarnya.

Baca juga: PSSI tunda lanjutan Liga 1 dan Liga 2 musim 2020

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar