Proses merger, Bank Syariah Mandiri: Nasabah tak perlu khawatir

Proses merger, Bank Syariah Mandiri: Nasabah tak perlu khawatir

Ilustrasi: Seorang nasabah menunggu di ruang tunggu Bank Syariah Mandiri, Jakarta, Rabu (14/10/2020). . ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.

bagi para nasabah, merger ini belum berlaku efektif. Penandatangan Conditional Merger Agreement ​​​​​​​(CMA) merupakan langkah awal dari proses merger
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Mandiri menjamin layanan dan operasional perseroan akan tetap mengedepankan kebutuhan nasabah di tengah kebijakan konsolidasi atau penggabungan (merger) dengan dua bank syariah BUMN lainnya yakni PT Bank BRI Syariah Tbk dan PT Bank BNI Syariah.

“Nasabah tidak perlu khawatir, kami memastikan layanan dan operasional untuk nasabah pun akan tetap berjalan berdasar pemenuhan kebutuhan nasabah,” kata Direktur Utama Bank Mandiri Syariah Toni EB Subari dalam pernyataan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Toni juga memastikan tiga bank BUMN syariah bersama induk usahanya berkomitmen untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada masing-masing bank.

Baca juga: Merger bank BUMN syariah ditargetkan rampung Februari 2021

"Selama proses integrasi maupun setelah integrasi, ketiga bank syariah dan para pemegang saham menjamin tidak akan ada PHK. Sedangkan bagi para nasabah, merger ini belum berlaku efektif. Penandatangan Conditional Merger Agreement ​​​​​​​(CMA) merupakan langkah awal dari proses merger," ujar Toni. ​​

Dia mengatakan penggabungan tiga bank syariah BUMN itu akan mampu meningkatkan inovasi ekonomi dan keuangan syariah menjadi lebih modern.

Baca juga: Erick Thohir ungkap tujuan dan harapan dari merger 3 bank BUMN syariah

“Kami optimis bank syariah nasional yang bersatu dan bersinergi ini akan menciptakan bank syariah yang modern, inovatif, berbasis digital, berskala global, sehingga harapannya bisa memberikan manfaat lebih luas, lebih besar kepada lebih banyak stakeholders,” ujarnya.

Hingga akhir Agustus 2020, Bank Syariah Mandiri berhasil meraup pertumbuhan laba bersih 26,58 persen menjadi Rp957 miliar, dengan pertumbuhan pembiayaan 6,18 persen menjadi Rp76,66 triliun. Hal itu ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,17 persen menjadi Rp99,12 triliun.

Baca juga: BRI Syariah resmi jadi entitas penerima penggabungan bank BUMN syariah

Baca juga: BNI syariah: Merger bank syariah optimalkan potensi ekosistem halal


 

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bank Indonesia Wujudkan Pesantren Mandiri Atasi Inflasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar