Lapan: Pendidikan daring perlu penguatan satelit komunikasi

Lapan: Pendidikan daring perlu penguatan satelit komunikasi

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin membuka webinar "Festival Sains Antariksa 2020: Satellite for Better Life" secara daring di Jakarta, Rabu (7/10/2020). (ANTARA/Virna P Setyorini)

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengatakan pendidikan dalam jaringan (daring) memerlukan dukungan penguatan satelit komunikasi untuk mendukung kelancaran pembelajaran jarak jauh sampai ke pelosok Tanah Air terutama dalam kondisi di masa pandemi COVID-19.

"Secara umum untuk kebutuhan pendidikan dibutuhkan fasilitas internet dengan satelit komunikasi yang ada atau akan diadakan," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin saat dihubungi ANTARA, Jakarta, Rabu.

Pandemi COVID-19 telah memaksa berbagai perubahan termasuk dunia pendidikan untuk memanfaatkan teknologi satelit untuk pertemuan jarak jauh.

Baca juga: Kepala LAPAN: "Kiamat" masa ini terjadi ketika satelit terganggu

Baca juga: Lapan selenggarakan Festival Sains Antariksa 2020 secara virtual


Proses belajar tatap muka di kelas telah beralih menjadi kelas daring. Fasilitas multimedia menjadi pendukung untuk menyampaikan pengajaran atau kuliah lisan, disertai bahan tertulis, serta peraga dalam video. Demikian pula, komunikasi data internet diperlukan.

Wilayah-wilayah terpencil juga masih mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh karena kurangnya infrastruktur yang mendukung.

Untuk mencapai semua wilayah di Indonesia, fasilitas satelit dianggap yang paling efisien karena jaringan kabel optik tidak bisa menjangkau pulau-pulau terpencil.

Thomas menuturkan Lapan sedang menyiapkan satelit komunikasi orbit rendah, namun masih fokus untuk komunikasi data.

Dia mengatakan mungkin suatu saat satelit yang sedang dikembangkan itu bisa dimanfaatkan untuk internet yang bisa digunakan untuk pendidikan.*

Baca juga: LAPAN dan PT RAI sepakati riset dan kaji terap teknologi penerbangan

Baca juga: LAPAN waspadai cuaca antariksa yang dapat berpengaruh terhadap Bumi

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar