Kemenko PMK: Kesadaran cuci tangan pakai sabun meningkat tajam

Kemenko PMK: Kesadaran cuci tangan pakai sabun meningkat tajam

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK Agus Suprapto. ANTARA/HO

Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK Agus Suprapto mengklaim kesadaran masyarakat untuk cuci tangan pakai sabun (CTPS) akhir-akhir ini meningkat tajam yang dipengaruhi oleh kewaspadaan masyarakat akan pandemi COVID-19.

"Kemajuan ini sangat menggembirakan. Ini karena ada tantangannya, yaitu lawannya COVID-19. Dengan adanya ancaman baru hatinya tergerak, karena ada ancaman akhirnya mereka mau cuci tangan," ujar Agus saat menjadi narasumber dalam Kampanye Nasional CTPS yang dilakukan secara daring dipantau di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Erick: Inggris apresiasi Indonesia mampu tekan dampak COVID

Menurut Agus, mencuci tangan pakai sabun adalah tindakan sanitasi untuk memutuskan mata rantai kuman dan virus. Salah satu penyakit yang bisa dicegah misalnya diare yang dapat dicegah sampai 45 persen apabila cuci tangan pakai sabun dilakukan dengan benar. Penyakit diare ini juga sangat berpengaruh pada masalah kesehatan lainnya sampai masalah kurang gizi.

"Jadi dengan cuci tangan pakai sabun 45 persen permasalahan pada diare bisa diselesaikan. Siapa yang harus cuci tangan? Semuanya, mulai dari anak kecil sampai orang dewasa. Karena tangan kita ini sangat terampil membawa kuman dan virus dari mana-mana," jelasnya.

Baca juga: Tekan COVID, Satgas BUMN sebarkan 45.000 masker ke pasar hingga halte

Gerakan CTPS, menurut Agus, harus didengungkan terus menerus. Namun Agus berpendapat masih ada tantangan yang dihadapi seperti di daerah-daerah yang sumber airnya langka. Dengan kendala kesulitan mencari air, pihak yang memiliki sumber daya seperti pemerintah, swasta, pihak kampus harus bergotong royong untuk ikut membangun sumber air bersih di berbagai daerah.

Baca juga: Mahasiswa diminta menjadi duta edukasi perubahan perilaku

Agus mengatakan ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk membudayakan kebiasaan masyarakat melakukan cuci tangan pakai sabun. Pertama, yaitu membangun sarana dan prasarana untuk mendukung cuci tangan, seperti membangun sumber air bersih dan tempat cuci tangan. Kedua, harus adanya contoh dari tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan dan mempromosikan CTPS. Dan yang ketiga yaitu adanya penghargaan maupun sanksi agar masyarakat bisa lebih taat melaksanakannya.

"Tetapi supaya tertanam dengan bagus adalah dengan pendidikan, sehingga mereka punya kesadaran akan pentingnya CTPS," kata Agus.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemenkes sosialisasi protokol kesehatan di Pasar Gondangdia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar