Komisi Eropa: pemerintah EU tidak siap untuk lonjakan baru COVID-19

Komisi Eropa: pemerintah EU tidak siap untuk lonjakan baru COVID-19

Uni Eropa (REUTERS/Henry Nicholls)

Walaupun evolusi pandemi COVID-19 kembali ke tingkat infeksi pada Maret, namun kami tidak dalam keadaan siap siaga
Brussels (ANTARA) - Komisi Eropa pada Kamis memperingatkan bahwa pemerintah negara-negara Uni Eropa tidak siap menghadapi lonjakan baru kasus COVID-19 dan merekomendasikan tindakan umum untuk meluncurkan vaksin jika tersedia.

"Walaupun evolusi pandemi COVID-19 kembali ke tingkat infeksi pada Maret, namun kami tidak dalam keadaan siap siaga," kata wakil presiden eksekutif Uni Eropa Margaritis Schinas.

Dia mendesak negara-negara Uni Eropa untuk mengadopsi strategi bersama untuk fase baru pandemi COVID-19 dan menghindari "hiruk-pikuk" tindakan nasional yang berbeda yang menandai bulan-bulan pertama pandemi di benua Eropa.

Dengan kasus baru COVID-19 mencapai sekitar 100.000 setiap hari, Eropa telah memiliki selisih yang lebar melampaui kasus di Amerika Serikat, di mana rata-rata lebih dari 51.000 kasus COVID-19 dilaporkan setiap hari.

Saat uji coba vaksin COVID-19 semakin maju, dengan suntikan pertama berpotensi tersedia pada akhir tahun menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Brussels mendesak pemerintah negara anggota Uni Eropa untuk menyiapkan rencana vaksinasi.

Kebijakan kesehatan adalah hak prerogatif nasional di blok regional dengan 27 negara anggota dan Komisi Uni Eropa hanya dapat membuat rekomendasi untuk tindakan umum.

Rumah sakit dan layanan vaksinasi harus dilengkapi dengan pekerja terampil yang dilengkapi dengan peralatan pelindung yang diperlukan, kata Komisi Eropa, yang mendesak pemerintah untuk menghindari kekurangan persediaan yang membayangi Uni Eropa saat epidemi membuncah pada Maret.

Vaksin harus disediakan terlebih dahulu untuk kelompok yang paling rentan, yang meliputi para tenaga kesehatan dan pekerja fasilitas perawatan jangka panjang, warga di atas 60 tahun, orang dengan penyakit kronis, pekerja esensial, dan kelompok sosial ekonomi yang kurang beruntung.

Menurut perkiraan konservatif, yang dibuat oleh Komisi Eropa pada Juli, orang-orang yang termasuk dalam "kelompok prioritas" bisa lebih dari 200 juta dari total sekitar 450 juta populasi Uni Eropa.

Komisi Eropa juga meminta pemerintah negara anggota Uni Eropa untuk mempersiapkan kemungkinan distribusi vaksin, yang mungkin perlu disimpan pada suhu yang sangat rendah.

Sumber: Reuters

Baca juga: Uni Eropa sepakati 20 ribu dosis tambahan Remdesivir
Baca juga: EU pesan vaksin COVID-19 Johnson & Johnson untuk 400 juta orang
Baca juga: Amankan stok vaksin COVID-19, EU teken kontrak dengan Sanofi dan GSK

 

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar