Wall Street melemah saat kebuntuan stimulus, S&P 500 turun 5,33 poin

Wall Street melemah saat kebuntuan stimulus, S&P 500 turun 5,33 poin

Ilustrasi - Pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Shannon Stapleton/am.

New York (ANTARA) - Indeks saham Wall Street di Amerika Serikat melemah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan indeks S&P 500 turun setelah kenaikan klaim pengangguran mingguan menambah kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi yang terhenti.

Pasar saham AS juga dipengaruhi sentimen memudarnya harapan untuk peningkatan bantuan fiskal sebelum pemilihan presiden AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average berkurang 19,80 poin atau 0,07 persen, menjadi ditutup pada 28.494,20 poin. Indeks S&P 500 menyusut 5,33 poin atau 0,15 persen, menjadi berakhir di 3.483,34 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 54,86 poin atau 0,47 persen lebih rendah, menjadi 11.713,87 poin.

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik ke level tertinggi dua bulan pada pekan lalu. Hal ini memicu kekhawatiran pandemi COVID-19 telah menyebabkan kerusakan permanen pada pasar tenaga kerja.

Sebuah laporan terpisah menunjukkan aktivitas manufaktur di Negara Bagian New York turun lebih dari yang diharapkan pada Oktober.

“Menuju kejatuhan, akan sulit bagi pengangguran untuk membuat kemajuan positif karena kurangnya stimulus,” kata Christopher C. Grisanti, kepala strategi ekuitas MAI Capital Management di Cleveland.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia bersedia untuk meningkatkan tawarannya sebesar 1,8 triliun dolar AS untuk kesepakatan bantuan COVID-19 dengan Demokrat di Kongres, tetapi gagasan itu ditolak oleh rekannya dari Partai Republik, kata pemimpin Senat Mitch McConnell.

Indeks volatilitas CBOE, pengukur ketakutan investor, mencapai tertinggi satu minggu dan indeks Wall Street merosot untuk hari ketiga berturut-turut. S&P 500 turun sekitar tiga persen dari penutupan tertinggi pada 2 September.

Dengan waktu kurang dari 20 hari jelang pemilihan 3 November, Trump dan penantang Demokrat Joe Biden akan mengadakan duel dalam forum town hall televisi pada Kamis waktu setempat, bukan debat presiden kedua mereka, yang dibatalkan setelah Trump menolak untuk mengambil bagian dalam pertarungan virtual.

“Yang lebih menggerakkan pasar adalah kristalisasi siapa yang akan memenangkan kursi kepresidenan, dan seberapa dekat persaingan Senat,” kata Tom Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments di Atlanta.

Kepresidenan Biden serta mayoritas Senat oleh Demokrat, kemungkinan akan membuat stimulus fiskal lebih besar daripada apa yang akan disetujui oleh Senat Republik. Namun, Biden juga secara luas dipandang Wall Street kemungkinan akan menaikkan pajak.

Mendukung Dow Jones Industrial Average, Walgreens Boots Alliance Inc melonjak 4,8 persen karena rantai toko obat tersebut memperkirakan pertumbuhan laba satu digit pada 2021 setelah melaporkan laba kuartal keempat yang lebih baik dari perkiraan.

Fokus juga tertuju pada hasil kuartalan untuk perusahaan Amerika, dengan ekspektasi untuk laba kuartal ketiga membaik menjadi penurunan 19 persen dari perkiraan penurunan 25 persen pada 1 Juli, menurut data Refinitiv IBES.

Saham Vertex Pharmaceuticals Inc kehilangan seperlima nilainya setelah pengembang obat itu menghentikan uji coba pengobatan gangguan kekurangan protein.

Baca juga: Wall Street dibuka jatuh, indeks Dow Jones anjlok lebih dari 300 poin
Baca juga: Wall Street berakhir turun, Indeks Dow Jones merosot 165,81 poin
Baca juga: Saham Tokyo dibuka sedikit lebih tinggi menyusul kenaikan Wall Street

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar