Artikel

Ada apa dengan Harry Maguire

Oleh Jafar M Sidik

Ekspresi lesu Harry Maguire usai mendapatkan kartu merah dalam pertandingan UEFA Nations League antara England vs Denmark di Wembley Stadium, London, Inggris pada 15 Oktober 2020.(Pool via REUTERS/TOBY MELVILLE)


Sulit konsentrasi penuh

Andai saja The Reds tidak kalah sebesar itu, pasti 24 jam selama beberapa hari setelah dikalahkan Spurs itu, Maguire bakal terus menjadi bulan-bulanan yang mungkin saja membuat pelatih timnas Inggris Gareth Southgate enggan memanggilnya memperkuat Three Lions.

Dan saat dia dipanggil untuk memimpin laga bergengsi di Wembley yang keramat, Maguire kembali tampil di bawah form.

Dia bahkan terkena kartu merah karena panik mencegah serangan Denmark yang akhirnya membuat Inggris pincang untuk kemudian terjungkal 0-1 dalam laga Nations League pada 14 Oktober.

Dari Wembley ini analisis-analisis liar bermunculan, mulai dari yang menyebut kualitas sang kapten MU tak sebanding dengan harganya yang Rp1,5 triliun, sampai kepada yang menyebut betapa insiden di Yunani itu telah merusak mental Maguire.

Baik Southgate maupun Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United membela Maguire, sebagian karena mereka berdua menganggap bek ini memang tampil instrumental sebelum malapetaka Yunani terjadi.

Baca juga: Solksjaer pastikan Maguire dipertahankan sebagai kapten United

Dia pula yang menjadi salah satu pemain paling menonjol yang membuat Setan Merah masuk lagi Liga Champions hanya dalam musim pertamanya di MU. Di era dia pula Setan Merah masuk semifinal Piala FA dan Liga Europa. Dia pula yang membuat barisan MU salah satu yang sulit ditembus ketika kiper David de Gea dicerca karena menjadi biang keterpurukan United.

Southgate dan Solksjaer mungkin ingin berterima kasih untuk kinerja Maguire sebelum insiden Yunani. Keduanya mungkin menyadari insiden Pulau Mykonos itu merusak diri pemainnya sehingga tetap memainkan dia adalah sebagai bentuk dukungan moril.

Faktanya, sedikit sekali manusia di dunia ini yang bisa bahagia melakukan apa saja ketika ancaman mendekam di penjara setiap detik terlintas dalam pikiran. Dia akan sulit sekali terus berkonsentrasi penuh di lapangan.

Jika sudah begitu, maka logis kalau kemudian pengamat dan pendukung timnas Inggris serta MU meminta sang bek diistirahatkan.

Untuk United misalnya. Langkah ini ditempuh demi menyampaikan pesan kuat setelah tim ini dibanting habis-habisan oleh Spurs dua pekan lalu.

Banyak yang menyarankan Solksjaer agar menurunkan lagi Eric Bailly untuk bermitra dengan Victor Lindelof, selain langsung memasangkannya dengan rekrutan baru Alex Telles dan Aaron Wan Bissaka ketika Setan Merah melawat ke Stadion St James' Park guna meladeni Newcastle United Sabtu malam esok.

Baca juga: Roy Keane semangati Maguire agar tetap turun melawan Newcastle

Bailly dan Lindelof, serta kiper muda Dean Henderson, tampil impresif saat melawan Brighton dalam Piala Liga silam.

Solskjaer mungkin akan terpaksa mengistirahatkan Maguire sambil memberi pesan "kamu tetap kapten tim ini, kami semua mendukung kamu".

Tetapi solusi ini malah bisa membuat Maguire kian terpuruk dan merasa dicampakkan ketika dia membutuhkan dukungan untuk menyingkirkan mimpi buruk penjara Yunani.

Selanjutnya karir Maguire

Oleh Jafar M Sidik
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Direksi TVRI patahkan alasan Dewas pecat Helmy soal tayangan asing

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar