Artikel

Ada apa dengan Harry Maguire

Oleh Jafar M Sidik

Kapten Manchester United Harry Maguire (mengenakan topi) terlihat meninggalkan gedung pengadilan Yunani yang menyidangkan kasusnya atas insiden di Pulau Mykonos, Yunani, pada 20 Agustus 2020. (Photo by EUROKINISSI / AFP) (AFP/EUROKINISSI)


Karir bisa hancur

21 bulan di penjara, jika upaya banding di Yunani nanti kalah, sungguh neraka bagi atlet sebesar Maguire.

Hampir pasti itu menghancurkan karir pemain yang turut mengubah tim liliput Leicester yang pernah menjadi juara liga sebelum dia bergabung pada 2017 dan dalam beberapa musim terakhir ini sejajar dengan raksasa-raksasa penguasa Liga Inggris.

Untuk itu, pilihan mengistirahatkan Maguire bisa tidak tepat ketika dukungan dari rekan-rekan dan pelatih sangat dibutuhkan sang bek untuk saat ini.

Baca juga: Harry Maguire ingin bersama Manchester United untuk waktu yang lama
Baca juga: Maguire tolak Rp4,8 miliar per pekan dari City demi MU


Logika inilah yang salah satunya dilontarkan oleh salah satu legenda Manchester United, Roy Keane.

"Satu-satunya yang membuat Maguire akan kian terpuruk adalah kembali ke tim Man United tetapi tidak mendapatkan kepercayaan penuh dari tim," kata Keane.

Keane menilai Setan Merah mesti menciptakan atmosfer ruang ganti yang lebih baik dan lebih kompak lagi karena inilah kunci terpenting yang membuat MU berjaya selama dilatih Alex Ferguson.

"Saya pernah mengalami situasi yang dihadapi Harry tapi saya berada di ruang ganti Man United bersama karakter-karakter dan pemimpin-pemimpin yang cemerlang," kata Keane.

Sekalipun Keane melakukan hal bodoh atau mengalami masa yang sulit, di dalam maupun luar lapangan, dia merasa akan terus didampingi rekan-rekan satu timnya. Keane tidak melihat suasana seperti itu dalam skuad United saat ini.

Baca juga: De Gea dikritik Roy Keane, Ole Gunnar Solskjaer membela

Mungkin Solskjaer mau menuruti saran Keane. Tapi mungkin juga kekalahan 1-6 dari Spurs membuat Solskjaer hilang kesabarannya.

Pelatih asal Norwegia itu bukan hanya dihadapkan kepada masalah di dalam timnya, tetapi juga dukungan dari manajemen Setan Merah.

Konon semua pemain yang direkrut musim panas ini --Donny van de Beek, Edinson Cavani, Alex Telles, Amad Traore dan Facundo Pellistri-- adalah bukan pilihan Solksjaer.

Baca juga: Solksjaer gagal dapatkan semua pemain incarannya

Solskjaer justru menginginkan pemain Borussia Dortmund Jadon Sancho, gelandang Aston Villa Jack Grealish, bek tengah Leipzig Dayot Upamecano dan bek Bournemouth Nathan Ake.

Tidak heran dia tidak mau menurunkan Donny van de Beek sebagai starter pertandingan liga.

Baca juga: Solksjaer akan beri peran lebih besar kepada van de Beek

Sebaliknya itu tak terjadi pada Bruno Fernandes dan Maguire yang memang pilihan Solskjaer.

Oleh karena itu, mungkin karena ingin menunjukkan pilihannya benar di hadapan manajemen yang orientasinya uang, Solskjaer akan tetap menurunkan Maguire sekalipun pikiran bek tengah ini sudah tak lagi sepenuhnya tercurah ke lapangan.

Dan pertandingan di St James' Park esok nanti itu pun menjadi pertaruhan bagi Solksjaer dan sekaligus pembuktian untuk Maguire, jika diturunkan.

Baca juga: Rahasia sukses Harry Maguire: "do it yourself"
Baca juga: Julukan Paul Pogba untuk Harry Maguire: "The Beast"
Baca juga: Jonny Evans prediksi Harry Maguire bakal sesukses Van Dijk

Oleh Jafar M Sidik
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Direksi TVRI patahkan alasan Dewas pecat Helmy soal tayangan asing

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar