IAAS Indonesia: Budaya pangan lokal beri kesempatan petani daerah

IAAS Indonesia: Budaya pangan lokal beri kesempatan petani daerah

National Director of IAAS Indonesia Brigita Sidharta dalam diskusi virtual dengan tema Peduli Pangan Series: World Food Day 2020 Get To Know Local and Traditional Food yang dipantau di Jakarta, Jumat. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

tidak melulu beras atau tidak melulu jagung
Jakarta (ANTARA) - Membudayakan pangan lokal berarti memberikan kesempatan lebih bagi para petani daerah untuk berkembang dan maju, demikian disampaikan National Director of International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) Indonesia, Brigita Sidharta.

"Intinya bagaimana kita bisa memberikan kesan pada pangan lokal karena itu akan memberi kesempatan untuk para petani kita," kata Brigita Sidharta dalam diskusi virtual dengan tema Peduli Pangan Series: World Food Day 2020 Get To Know Local and Traditional Food yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan pemberian kesempatan pada petani di Tanah Air itu secara tidak langsung juga menguntungkan sisi agrikultur Indonesia.

Termasuk dengan mulai melakukan polikultur ataupun sistem tanam secara selang seling sehingga bahan-bahan pangan yang dihasilkan juga lebih bervariasi.

"Jadi tidak melulu beras atau tidak melulu jagung, melainkan juga ada pangan lainnya," ujar dia.

Baca juga: LIPI ciptakan pangan fungsional karbohidrat dari pisang-rebung bambu

Baca juga: Hari Pangan, Peneliti: Momentum evaluasi kebijakan ketahanan pangan


Menurut dia memberikan kesan lebih mendalam pada pangan lokal dan tradisional tersebut juga merupakan momentum baik terkait Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober.

Lebih jauh, budidaya pangan lokal pada hakikatnya tidak hanya menguntungkan dari sisi agrikultur, namun juga dari sisi lingkungan dimana keberadaan hama tumbuhan dapat lebih terkontrol.

Hal itu disebabkan kebutuhan pupuk yang justru tidak begitu banyak sehingga berimbas baik pada makanan yang dikonsumsi masyarakat setempat lebih sehat.

"Kalau di kota-kota besar kan biasanya kita bawaannya saat beli sayur harus dicuci dengan sabun ini dan itu karena takut atas penggunaan pestisida dan semacamnya," kata dia.

Sementara jika para petani konsisten menerapkan sistem pertanian berkelanjutan maka hal itu dapat lebih diminimalisir. Selain itu juga akan lebih mengembangkan makanan-makanan lokal.

Baca juga: LIPI kembangkan pangan fungsional untuk penderita penyakit

Baca juga: Hari Pangan Sedunia, Menteri Edhy sebut perikanan solusi pandemi

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pacu pelaku UMKM dengan kreasi dan diversifikasi pangan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar