Liga Champions

Grup H Liga Champions: Restart PSG gapai mimpi angkat si kuping besar

Grup H Liga Champions: Restart PSG gapai mimpi angkat si kuping besar

Ilustrasi Grup H Liga Champions 2020/21 yang berisikan Paris Saint-Germain, Manchester United, RB Leipzig dan Istanbul Basaksehir. (ANTARA/Gilang Galiartha)

Jakarta (ANTARA) - Klub asal Prancis Paris Saint-Germain harus me-restart dari awal untuk menggapai mimpi mengangkat si kuping besar setelah pada musim lalu nyaris mencatat sejarah klub jika tak dikalahkan Bayern Munchen 1-0 di partai final.

Dana jor-joran dan sederet pemain bintang masih belum bisa menghegemoni sepakbola benua Eropa. Langkahnya hanya digdaya di kompetisi domestik Liga Prancis semata.

Bergabung bersama RB Leipzig (Jerman), Manchester United (Inggris), dan Basaksehir (Turki) bakal menjadi ujian awal pasukan Thomas Tuchel dalam pencarian jatidiri sebagai klub paling kaya dan menakutkan di Eropa.

Bukan tanpa alasan predikat itu seolah tersemat di PSG, sebab dua pemain termahal saat ini, Kylian Mbappe dan Neymar bersatu dalam naungan modal Qatar Sports Investments. Dari dua pemain itu saja, PSG mengeluarkan Rp 5,5 triliun tentu sebuah angka yang fantastis demi merebut ambisi juara Liga Champions.

Baca juga: Grup A: Langkah awal upaya Bayern pertahankan gelar juara
Baca juga: Grup B: Saatnya Real Madrid berjodoh dengan gelar ke-14?


Sementara RB Leipzig masih menjadi tim penebar ancaman. Mereka tentu mengusung misi membalaskan dendam kepada PSG karena kalah 3-0 di babak semifinal Liga Champions musim lalu. Leipzig menjadi satu di antara sekian tim kuda hitam yang menampilkan permainan apik.

Sebelum menembus semifinal, mereka mengatasi perlawanan Tottenham Hotspur dengan skor mudah 4-0 agregat pada babak 16 besar. Setelah itu tim asuhan Julian Nagelsmann tersebut menghentikan pembunuh Liverpool, Atletico Madrid dengan skor 2-1 pada laga satu leg perempat final. Catatan itu harus menjadi pertimbangan bahwa RB Leipzig bukan tim semenjana.

Di kompetisi domestik, mereka juga menjadi pengganggu hegemoni Bayern Munchen dan Borussia Dortmund. Di dua musim terakhir, Hwang Hee-chan dan kawan-kawan selalu di tiga besar. Kepindahan Timo Werner ke Chelsea memang berpengaruh, namun mereka memiliki penggantinya yaitu pemain timnas Norwegia Alexander Sorloth.

Baca juga: Grup C Liga Champions: tonggak kemenangan Manchester City atas UEFA
Baca juga: Grup D Liga Champions: Liverpool dan pembuktian dua kuda hitam


Beralih ke kontestan lainnya, Manchester United, yang kembali ke Liga Champions setelah semusim absen harus dihadapkan dalam grup yang ketat. Ada banyak alasan bagi Ole Gunnar Solskjaer untuk merasa khawatir.

Selain berada di grup ketat, penampilan di liga domestik masih angin-anginan. Bek termahal mereka, Harry Maguire, belum bisa tampil baik dan memberikan rasa nyaman bagi para pemain lain. Ia kerap melakukan kesalahan fatal yang berujung pada terciptanya gol.

Meski begitu, The Red Devils bukannya tidak pernah mengungguli tim raksasa Prancis. Keberhasilan Ole mengalahkan PSG dengan agresivitas gol tandang 3-3 pada musim 2018/2019 menyebabkan ia dianugerahi jabatan manajer permanen di Old Trafford.

Dengan pengalaman itu, bukan tak mungkin Manchester United akan kembali mengulang memori manis dan menjadi pesaing perebut puncak Grup H. Akan tetapi itu akan terwujud jika Anthony Martial dan kawan-kawan tahu apa yang menjadi kekurangan dan kelemahannya pada musim ini.

Lantas bagaimana dengan Istanbul Basaksehir? Klub asal Turki itu merupakan juara Liga Super Turki musim kemarin dan memiliki tiga pemain kenamaan; Demba Ba, Nacer Cadli, dan Martin Skrtel.

Akan tetapi, sinar musim lalu tak berlanjut pada musim ini. Dari empat laga yang dijalani, mereka terjun bebas ke posisi buncit setelah hanya mengoleksi satu poin saja. Tentu atas pertimbangan itu, tak menjadi bulan-bulanan bagi tiga klub lain sudah sewajibnya patut disyukuri.

Baca juga: Grup G Liga Champions: reuni mini Messi vs Ronaldo
Baca juga: Hasil undian grup Liga Champions: duel Ronaldo vs Messi terjadi lagi


Berikut jadwal pertandingan sementara Grup H Liga Champions 2020/21 (dalam WIB, tuan rumah disebut pertama):

Rabu (21/10 RB Leipzig vs Istanbul Basaksehir
Rabu (21/10 Paris Saint-Germain vs Manchester United
Kamis (29/10) Istanbul Basaksehir vs Paris Saint-Germain
Kamis (29/10) Manchester United vs RB Leipzig
Kamis (5/11) Istanbul Basaksehir vs Manchester United
Kamis (5/11) RB Leipzig vs Paris Saint-Germain
Rabu (24/11) Manchester United vs Istanbul Basaksehir
Rabu (24/11) Paris Saint-Germain vs RB Leipzig
Kamis (3/12) Istanbul Basaksehir vs RB Leipzig
Kamis (3/12) Manchester United vs Paris Saint-Germain
Rabu (9/12) Paris Saint-Germain vs Istanbul Basaksehir
Rabu (9/12) RB Leipzig vs Manchester United

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar